Metro Bintan

Tiga Pekan Sebelum Idul Adha, Penjualan Hewan Kurban Masih Sepi

Seorang pedagang hewan kurban di Kampung Sungai Jeram, Desa Lancang Kuning, sedang memberikan makan ke sapi yang akan dijual untuk kurban di kandangnya, Sabtu (20/7) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Penjualan hewan kurban tiga pekan sebelum Idul Adha masih sepi.

Hal ini diakui salah seorang penjual hewan kurban di Kampung Sungai Jeram Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, Suroso di temui di rumahnya pada Sabtu (20/7) siang.

Dia mengatakan penjualan hewan kurban masih sepi tidak seperti tahun kemarin. Biasanya dua bulan sebelum Hari Raya Idul Adha, sudah ada yang memesan sapi atau kambing untuk kurban.

“Biasanya Hari Raya Idul Fitri sudah ada yang pesan, bahkan bulan puasa sudah ada yang mencari,” kata bapak tiga anak ini.

Dia mengatakan, tahun ini sudah menyediakan 6 ekor sapi yang didatangkan dari Lampung serta 30 ekor kambing untuk dijual.

“Sapi belum ada yang laku, kalau kambing baru 2 ekor,” kata dia.

Harga sapi per ekor, kata dia naik sekitar Rp 1 juta dibandingkan tahun lalu. Saat ini dia menjual sapi di kisaran harga Rp 18 hingga Rp 20 juta.

“Kalau tahun lalu ada yang dijual Rp 17 juta per ekor. Tahun ini bibit sapi yang kami ambil dari peternak di Lampung sudah naik,” kata dia.

Sedangkan harga kambing berkisar Rp 2,8  juta hingga Rp 3,8 juta per ekor.

Dia mengatakan, sapi-sapi ini ada yang didatangkan 6 bulan lalu. Kemudian sapi ini dibesarkan di Bintan agar bobotnya layak untuk dikurbankan.

Sementara itu Miswandi pedagang hewan kurban lainnya di Kampung Sungai Jeram mengatakan, belum ada yang memesan hewan kurban.

“Mungkin mau dekat-dekat Idul Adha baru ada yang pesan,” kata dia berharap.

Dia mengatakan, tahun ini tidak banyak sapi dan kambing yang dijualnya untuk kurban.

“Tahun ini tak banyak. Kalau tahun kemarin bisa 6 sampai 7 ekor sapi terjual. Kalau kambing bisa 40 ekor terjual,” kata dia.

Hewan kurban yang ada di Sungai Jeram katanya rata-rata telah diperiksakan kesehatannya.

“Kalau dokter hewan sudah ada yang datang dari dinas ke sini untuk mengecek kesehatan hewan kurban,” kata dia. (met)