Metro Bintan

SMKN I Seri Kuala Lobam Kurang Diminati

Dua Tahun Kekurangan Siswa Baru

Sejumlah siswa baru SMKN I Seri Kuala Lobam saat masa pengenalan lingkungan sekolah, Jumat (19/7) lalu. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)  dibuka selama ini di SMKN I Seri Kuala Lobam (SKL) kurang diminati.

Selama PPDB dibuka, hanya 35 siswa yang mendaftar. Padahal, sekolah memiliki daya tampung 4 kelas buat siswa baru.

Bagian PPDB SMKN I Seri Kuala Lobam, Anggi mengakui sekolahnya kurang diminati.

Dia menjelaskan kurang diminati jurusan di sekolahnya  karena sebagian orangtua berpikir bahwa sekolah ini hanya menghasilkan lulusan nelayan konvensional.

Padahal, di sekolah ini mencetak tenaga yang berkualitas dan ahli di bidang kelautan dan perikanan. Bahkan melalui sekolah ini mereka bisa melanjutkan kuliah di bidang kelautan dan perikanan hingga berkarir dan memiliki pangkat atau posisi penting di struktur perusahaan perkapalan yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan.

“Mainsetnya yang masih salah. Rata-rata masih berpikiran bahwa bapaknya nelayan kenapa anaknya harus sekolah di sana,” kata dia.

Dia menyadari memang tidak mudah mengubah cara pandang orangtua yang sebagian besar adalah nelayan. Bahkan sebelum PPDB dibuka, mereka sudah melakukan sosialisasi ke sekolah dan masyarakat nelayan.

“Kita sudah turun ke sekolah di Kijang,” sebut dia.

Dia mengatakan, sudah dua tahun ini sekolahnya kurang diminati karena kurangnya pendaftar pada saat PPDB.

Tahun ini saja, dia menjelaskan, pihaknya membuka 4 jurusan dimana daya tampung 1 kelas seharusnya 36 siswa.

“Kalau keseluruhan daya tampung untuk siswa baru sebanyak 144 orang, namun yang daftar 35, ya diterima semua,” kata dia.

35 orang siswa yang mendaftar tersebut, kata dia, 9 orang diterima di jurusan nautika, 4 orang diterima di jurusan Teknik Kapal Penangkap Ikan, 13 orang diterima di jurusan Agribisnis dan sisanya di Teknik Permesinan Kapal.

“Ya jadinya 1 kelas ada yang cuma 4 orang siswa saja seperti jurusan Teknik Kapal Penangkap Ikan,” kata dia.

“Padahal sekolah kita sudah memiliki fasilitas ruang kelas yang cukup memadai dan memiliki  2 ruang praktek,” kata dia mengakhiri. (met)