Metro Bintan

Tak Ada Dokter, Layanan Poli Penyakit Dalam RSUD EHD Tanjunguban Tutup

RSUD Engku Haji Daud (EHD) Provinsi Kepri. F.Istimewa

PRO BINTAN – Sejumlah warga mengeluhkan tutupnya pelayanan poli penyakit dalam di RSUD Engku Haji Daud (EHD) Provinsi Kepulauan Riau di Tanjunguban.

Hadianto warga Lobam mengeluhkan tutupnya pelayanan poli penyakit dalam di rumah sakit pelat merah tersebut.

“Katanya tidak ada dokter,” kata dia.

Sementara Kasi Yanmed RSUD EHD Provinsi Kepri Tanjunguban, dr Darfius menjelaskan, untuk penyakit dalam sebenarnya, rumah sakit memiliki 2 dokter spesialis penyakit dalam.

Keduanya bernama dr Dinar dan dr Kurniakin yang saat ini menjabat sebagai Direktur RSUD EHD Provinsi Kepri di Tanjunguban.

Hanya saat ini dr Dinar sedang cuti menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, sedangkan dr Kurniakin sedang dinas luar.

“Kalau Pak Dir katanya dipanggil Pak Gubernur,” kata dia.

Dia mengatakan, sejauh ini semua pasien tertanggani oleh kedua dokter spesialis penyakit dalam ini. Dimana, rata-rata sehari bisa melayani 60 pasien yang berobat di layanan poli penyakit dalam.

“Ya makanya kami tutup, takutnya pasien merasa dijanjikan sudah menunggu sampai siang namun dokternya belum ada,” jelasnya.

Dia mengatakan, dalam 1 bulan ke depan ini layanan poli penyakit dalam akan keteteran.

“Sebulan ini kita akan keteteran, karena 1 dokter menghendel semua pasien,” kata dia.

Apakah tidak ada solusinya seperti mendatangkan dokter tamu dari luar? Ia menjelaskan, tidak mudah mendatangkan dokter tamu. Apalagi kalau dokter tersebut dokter PNS. “Agak susah kalau mendatangkan dokter tamu,” tutupnya. (met)