Metro Bintan

Rawan Diselewengkan, Banyak Aset Desa di Bintan Belum Tercatat

Kepala Dinas PMD Kabupaten Bintan, Ronny Kartika. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Banyak aset desa di pemerintah desa (Pemdes) yang ada di Kabupaten Bintan belum tercatat.

Hal ini membuat aset yang dibiayai baik dari anggaran dana desa dan dana desa rawan diselewengkan.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Yudha Suryawardana mengatakan banyak desa di Bintan yang belum melakukan pencatatan aset. Padahal, seharusnya aset yang dibiayai dari dana desa dicatatakan secara tertib sebab bila tidak tercatat secara administrasi maka akan rawan diselewengkan.

“Misalnya Kepala Desa A membeli barang dari anggaran dana desa. Ketika kades A menjabat, aset ini tidak dicatatkan. Kemudian ketika kades A tidak lagi menjabat, aset ini rawan diselewengkan,” dijelaskan Yudha.

Apakah aset desa yang tidak tercatatkan bisa terpenuhi unsur pidananya, dia menjawab sejauh ini belum.

Dia mengatakan, unsur pidana bisa terpenuhi bila ternyata nanti aset desa tersebut misalkan dijualbelikan ke pihak lain.

“Sejauh ini hanya pelanggaran administrasi,” kata dia.

Sementara Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bintan, Ronny Kartika mengatakan belum lama ini Kemendagri RI menjadi narasumber pelatihan tentang sistem pengelolaan aset desa.

“Saat ini kita sudah mulai memasukkan aset desa ke sistem aplikasi yang diberikan free Kemendagri RI.

Nanti sampai bulan Oktober, kita akan evaluasi dimana kendalanya,” kata dia.

Aset yang prioritas dilakukan pencatatan mulai tahun 2015 sampai aset yang penganggarannya tahun 2019 ini. (met)