Metro Bintan

Go Udji : Kalau Pemerintah Minta, Saya Bongkar

Pemasangan Kanopi di Dekat Pelabuhan Bulang Linggi

Pelantar beton yang berada di dekat Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban berdiri di ruang publik, Rabu (24/7). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Kanopi ukuran lebih kurang 4 × 8 meter berdiri di ruang publik pelantar dekat Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, dinilai sebagian warga telah menganggu.

Pemilik kanopi, Go Udji Kai menyadari kanopi miliknya berdiri di ruang publik pelantar dekat Pelabuhan Bulang Linggi.

Namun, dia berdalih tidak menutup akses jalan pelantar tersebut.

“Kalau kami tutup akses jalannya, sudah tentu salah,” kata pengusaha sembako di pelantar itu.

Selama ini, menurut dia, sebagian warga sudah merasakan manfaat dari kanopi miliknya.

“Orang bisa berteduh di sini ketika menjemput keluarganya di pelabuhan sehingga mereka tak kepanasan ataupun kehujanan,” kata dia.

Kanopi tersebut juga membuat pekerja yang melakukan aktivitas bongkar muat barang di pelantar beton menjadi tidak kepanasan.

“Tidak panas lagi,” sahut Sutrisno pekerja bongkar muat di pelantar itu.

Tidak hanya itu, warga dari pulau -pulau sekitar yang masuk di pelantar itu juga merasa menjadi teduh.

Namun demikian, baru-baru ini diakuinya ada warga yang merasa terganggu akan keberadaan kanopi tersebut.

“Ada yang melaporkan karena merasa terganggu,” kata dia.

Oleh karena itu, dirinya menyatakan bersedia membongkarnya jika pemerintah menginginkan jalan pelantar tersebut akan dibangun untuk kepentingan publik misalkan dibangun untuk area parkir.

“Kami siap membuat surat kalau nantinya pemerintah minta dibongkar, kami siap membongkar namun kasihtahu sebelumnya biar kami yang bongkar sendiri,” tutupnya.

Camat Bintan Utara, Raja Lukman menyampaikan, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait.

Diakuinya memang sebelumnya sudah ada warga yang mengeluhkan merasa terganggu.

Namun sebenarnya menurut dia keberadaan kanopi tersebut membantu warga yang menjemput keluarganya di pelabuhan karena mereka bisa berteduh di bawah kanopi itu tanpa harus kepanasan dan kehujanan.

Bahkan sudah ada warga lainnya di pelantar tersebut yang juga berkeinginan memasang kanopi agar tempat parkir kendaraan menjadi teduh.

“Ya kita akan surati dulu ke PU, bagaimana nantinya,” kata dia.(met)