Peristiwa

Guru di Bintan Ketangkap Kasus Solar Diserahkan ke Kejaksaan

Bersama 4 Pelangsir Lain

Ismaun, guru yang terjerat kasus solar ketika diserahkan ke Kejaksaan Negeri Bintan, Rabu (24/7). F.Satreskrim Polres Bintan untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Masih ingat kasus pelangsir solar di SPBU Km 25 Kijang, Kecamatan Bintan Timur, pada akhir November 2018?

Waktu itu, Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor BintanĀ  mengamankan enam orang sebagai pelangsir solar.

Kelimanya Kristiwanto (48), Nurben (62), Azman Dobo (49), Padri (45), Abdul Azis (48) serta Ismaun (52).

Seorang diantaranya bernama Ismaun guru PNS di salah satu sekolah menengah pertama negeri di Kijang, Kecamatan Bintan Timur.

Kala itu, dia meminta keadilan karena melangsir semata untuk membantu keluarganya nelayan yang kesulitan mendapatkan solar.

Rabu (24/7), penyidik menyerahkan kelima tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Yudha Suryawardana melalui Kanit Tipidter Ipda Angga Riatma S mengatakan, kasus ini telah diselesaikan oleh penyidik. Para tersangka dan barang bukti telah pun diserahkan ke kejaksaan.

“Sudah P21 (lengkap). Para tersangka diserahkan ke kejaksaan,” katanya, Rabu (24/7) siang.

Dalam kasus ini, Ismaun dijerat pasal 53 huruf c dan d Undang-undang RI Nomor 22 tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi. Bunyinya bahwa setiap orang yang melakukan penyimpanan tanpa izin dan atau melakukan niaga bahan bakar minyak.

Sedangkan tersangka lain dijerat pasal 55 atau pasal 53 huruf b dan d Undang-undang RI Nomor 22 tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi. Berbunyi bahwa setiap orang yang melakukan Penyalahgunaan pengkutan dan atau niaga bahan bakar minyak. (met)