Peristiwa

Polres Bintan Tangkap Pompong Bawa Bom Ikan, 4 Orang Pelaku Ilegal Fishing Diamankan

Para pelaku terduga ilegal fishing dengan bom ikan diamankan Polres Bintan di Perairan Tambelan, Selasa (30/7). F.Polsek Tambelan untuk Batam Pos.

PRO PINANG РKepolisian Resor Bintan mengungkap aksi ilegal fishing dengan bahan peledak rakitan alias bom ikan di perairan  Pulau Penyemuk Desa Pulau Mentebung Kecamatan Tambelan, Bintan pada Selasa (30/7).

Empat nelayan asal Pemankat, Kalimantan Barat (Kalbar) pelaku aksi ilegal fishing telah diamankan di markas Kepolisian Sektor (Polsek) Tambelan.

Ialah Hasbullah bin Abu Talib, 40, sebagai tekong, Amiruddin bin La Peu Buton, 48, sebagai penyelam, Ilham bin Muhammad Hairi, 29, sebagai koki dan Rusdianto bin Nazaruddin, 38, kru kapal.

Kapolres Bintan, AKBP Boy Herlambang mengatakan, aksi ilegal fishing di perairan Tambelan selama ini sudah meresahkan nelayan di Kecamatan Tambelan.

Selama aksinya, para pelaku rata-rata dari Pemangkat, Kalbar menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak rakitan atau bom ikan.

Oleh karena itu, aparat kepolisian di wilayah hukum Kepolisian Sektor Tambelan meningkatkan pengawasan dengan melakukan patroli di Kecamatan Tambelan.

Hasilnya, pihaknya berhasil mengamankan pompong yang diduga melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bom ikan.

Atas keberhasilan ini, dia mengapresiasi kinerja aparat kepolisian di wilayah hukum Kepolisian Sektor Tambelan.

Sementara Kepala Kepolisian Sektor Tambelan Ipda Missyamsu Alson mengatakan, penangkapan bermula saat anggota kepolisian Tambelan bernama Bripka Bayu Anderiadi mengamankan pompong diduga melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bom ikan di Pulau Penyemuk Desa Pulau Mentebung pada Senin (29/7) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kapal pompong yang digunakan pelaku. F.Polsek Tambelan untuk Batam Pos

“Waktu mau ditangkap, tekong dan seluruh kru kapal kabur,” kata dia.

Siangnya, tim gabungan dari aparat kepolisian dan TNI AD serta Satpol PP dengan menaiki KM Astakona kembali ke lokasi.

“Langsung siangnya ditangkap 3 pelaku. Yaitu Hasbullah, Ilham dan Rusdianto,” jelasnya.

“Pengejaran dilanjutkan,” kata dia.

Selasa (30/7) sekitar pukul 07.00 WIB, seorang pelaku bernama Amiruddin bin La Peu, ditangkap.

4 orang pelaku kemudian dibawa ke Pulau Tambelan dengan menaiki KM. Astakona.

“Sudah ditahan di Polsek,” kata dia.

Dari penangkapan ini, disita barang bukti 1 unit pompong tanpa dukumen dan tanda selar, 1 unit kompresor dan selang, 2 buah daker atau alat pernapasan dalam air merk ocean divers,  Amonium Nitrate 3 karung dan bom rakitan, 2 buah detonator rakitan telah dipasang sumbu, 1 unit GPS merk Furuno GP32, 1 unit Fish Finder merk Garmin 350c, 12 bungkus Gaharu, 1 bungkus karet, 10 buah busa penutup botol kaca, 1 buah kayu untuk memasukkan detonator ke dalam botol, 3 unit HP merk Nokia, 2 buah baskom berisikan jeriken pencampur bahan peledak, 2 gulung tali rapia, 3 buah cedok ikan serta lebih kurang 1 ton ikan merupakan hasil tangkapan menggunakan bom ikan.

“Kita sudah berkoordinasi dengan penyidik Reskrim Polres Bintan. Kasus ini akan diserahkan ke penyidik. Demikian juga para pelaku dan barang bukti nantinya akan kami serahkan ke Polres Bintan,” tutup dia. (met)