Metro Bintan

Warga Protes 200 meter Jalan Triokom di Kelurahan Kota Baru Tidak Disemenisasi

Warga memperlihatkan plang proyek pembangunan jalan semenisasi di Jalan Lingkungan sampai Jalan Triokom di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Teluk Sebong, Senin (29/7) sore. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Sejumlah warga di Jalan Triokom, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Teluk Sebong melayangkan protes.

Pasalnya, proyek pekerjaan Jalan Lingkungan semen beton bertulang jalan Triokom senilai Rp 706.186.982,22 dialihkan. Akibatnya, 200 meter jalan Triokom tidak masuk dalam pekerjaan.

Seorang warga Jalan Triokom, Bodrisal ditemui di lokasi pekerjaan, Senin (29/7) petang mengatakan, warga Jalan Triokom sudah lama mengharapkan jalan Triokom sepanjang 200 meter diperbaiki. Dulunya mereka dijanjikan bahwa jalan menuju rumah penduduk akan diaspal. Namun, sampai sekarang, janji itu tidak terealisasi.

“Sekarang usulan warga telah disetujui, namun kenapa malah proyeknya dialihkan,” kata dia.

Dia mengatakan, alasan pejabat Lurah karena dengan anggaran tersebut, pekerjaan tidak ada sampai pembangunan semenisasi beton bertulang di sepanjang 200 meter Jalan Triokom.

Sehingga, lanjutnya, yang dikerjakan ialah Jalan Lingkungan.

“Jalan Triokom, Pak Lurah malah menjanjikan tahun depan akan diaspal. Kami menolak, karena sudah lama kami mengharapkan jalan diperbaiki, tak mau dijanjikan lagi,” kata dia.

Warga memperlihatkan plang proyek pembangunan jalan semenisasi di Jalan Lingkungan sampai Jalan Triokom di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Teluk Sebong, Senin (29/7) sore. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

Lurah Kota Baru, Khairuddin menjelaskan bahwa protes warga bukan ke dirinya melainkan ke Dinas Perkim Bintan.

“Protes ke Perkim, karena kegiatan itu kan Dinas Perkim, ada konsultan dan pemborong,” jelasnya.

Dia menegaskan, tidak ada haknya merubah itu. “Kalau saya mengajukan melalui musrenbang yang memutuskan dinas terkait,” kata dia.

Dijelaskannya juga bahwa tidak dialihkan karena usulannya Jalan Triokom menuju pukesmas pembantu.

“Cuma kenapa tidak dari aspal jalan utama,” kata dia.

Sementara Kadis Perkim Kabupaten Bintan, Junirianto menjelaskan, kewenangan pihaknya sebatas menata jalan lingkungan di daerah pemukiman masyarakat, sedangkan 200 meter jalan yang tidak dikerjakan karena dimulai dari jalan aspal dan masuk dalam kewenangan Dinas PUPR.

“Tidak ada yang dialihkan, pekerjaan sudah sesuai dengan judul kegiatan di RKA dan sesuai kewenangan dinasnya,” jelasnya. (met)