Kabar Pemkab

Sebelum Ditangkap Bawa Sabu 204 Gram, Bidan Diana Roza Bolos Kerja

Bupati Bintan, Apri Sujadi. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Diana Roza, 46, bidan di Puskesmas Seilekop, Kijang yang diamankan karena membawa sabu seberat 204 gram di Bandara International Hang Nadim Batam, rupanya mengidap penyakit radang di kakinya.

Karena penyakit itu membuat bidan Diana Roza sering tidak masuk kerja karena menjalani pengobatan di Malaysia.

Kepala Puskesmas Seilekop, dr Zailendra mengatakan, bidan Diana Roza bertugas di puskesmas Seilekop sejak tahun 2014. Dia dikenal sebagai pribadi yang mudah bergaul.

Hanya beberapa tahun belakangan, bidan Diana Roza sering tidak masuk kerja. Kala itu, pimpinan sebelumnya sempat memberikan pembinaan ke bidan Diana Roza. Hasilnya dia mulai rajin masuk kerja.

Namun, Senin (29/7) kemarin, Zailendra mengatakan, bidan Diana tidak masuk kerja tanpa keterangan. Ternyata sudah ada kabar, bidan Diana diamankan karena penyalahgunaan narkoba.

“Absen tanpa keterangan, tahu tahunya sudah ada kabar penangkapannya,” kata dia.

Dia juga mengaku dirinya merasa terganggu. Sebab sudah mencoreng nama instansi. Oleh karena itu, dia akan berkoordinasi dengan dinas untuk mengambil langkah tegas.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kepolisian dan dinas untuk melaksanakan tes urine terhadap pegawainya.

Sementara itu, Bupati Bintan Apri Sujadi membenarkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan ditangkap bawa narkoba seberat 204 gram di Bandara International Hang Nadim, Batam, Senin (29/7).

“Ya kalau nama yang terkait tadi malam sudah kita cek, ya ASN kita,” kata Apri seusai menyerahkan insentif RT RW di Gedung Nasional, Tanjunguban, Selasa (30/7) siang.

Dia mengatakan, pihaknya mengikuti mekanisme dan proses yang berlaku sembari mengikuti proses hukum yang dilakukan penyidik.

Dia juga akan meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bintan untuk memprosesnya sesuai aturan kepegawaian berlaku.

“Aturan sudah jelas, kita ikuti aturannya” kata dia.

Dia juga akan mengumpulkan seluruh ASN di aula Kantor Bupati untuk diberikan peringatan, siang ini.

“Belajar dari permasalahan yang terjadi, wajib bagi saya untuk mengingatkan. Bukan imbauan, tapi peringatan,” tegasnya.

Dia juga mengatakan, ini terkait perilaku di luar lingkungan kerja. Pihaknya tidak bisa memantau perilaku semua ASN, melainkan terus melakukan pembinaan.

“Pembinaan yang dilakukan harus melalui hati ke hati, apalagi bagi mereka yang pernah terlibat kasus,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, seorang bidan Bintan diamankan petugas AVSEC Bandara International Hang Nadim, Batam karena menyembunyikan sabu di kemaluannya pada Senin (29/7). (met)