Peristiwa

Dua Orang Pelaku Pembakaran Lahan Diamankan Polisi

Salah satu pelaku pembakaran lahan di kawasan Hutan Lindung di jalan Nusantara Km 20 Gang Akasia, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur pada Rabu (31/7) sekitar pukul 13.00 WIB, digiring polisi. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Jajaran Kepolisian Resor Bintan mengamankan dua pelaku pembakar lahan di tempat berbeda.

Kapolres Bintan, AKBP Boy Herlambang mengatakan, dua kasus kebakaran lahan saat ini ditangani kepolisian.

Pertama kasus kebakaran di wilayah hukum Polsek Gunung Kijang pada Rabu (31/7) sekitar pukul 17.30 WIB di jalan Berdikari Kampung Jawa RT/001 RW/001 Desa Toapaya Utara Kecamatan Toapaya.

Dari kasus ini diamankan Kasino, warga jalan Kepodang 2 Kampung Sidomulyo RT/ 004 RW/ 013 Kecamatan Tanjungpinang Timur Kota Tanjungpinang.

Dia menjelaskan, modus operandi ialah pelaku membakar bekas tebasan yang sudah kering dengan menggunakan mancis sehingga api merambat ke kebun sepadan milik orang lain.

Kemudian kasus kedua, pihaknya mengamankan seorang anggota Satuan Pengamanan (Satpam) PT Aneka Tambang (Antam), Rusdiyanto, 44, karena membakar lahan hutan lindung di jalan Nusantara Km 20 Gang Akasia, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur pada Rabu (31/7) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kejadian bermula saat Rusdiyanto membersihkan lahan milik orang lain. Sampah ranting dibakar di lahan sempadan dengan Hutan Lindung.

Setelah dibakar, dia meninggalkan lahan tersebut untuk bekerja di tempat lain.

30 menit kembali, dia mendapati api dari sampah ranting yang dibakarnya sudah membesar.

Dia berusaha memadamkannya dengan mengambil air. Namun, angin yang bertiup kencang membuat api semakin membesar dan merembet ke kawasan hutan lindung.

Warga yang melintas di sana kaget setelah melihat api membesar. Warga kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

Tak lama, petugas Damkar dan masyarakat memadamkan api.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 WIB. Namun,  setengah hektare lahan hutan lindung hangus terbakar.

Dari kejadian ini, pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa ranting kayu bekas terbakar. 4 pipa paralon dan 1 buah korek api, 1 parang panjang dan 1 cangkul.

Atas perbuatannya, pelaku diganjar Pasal 78 Ayat 4 UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dengan ancaman kurungan penjara paling lama 5 tahun.

Terkait kasus ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepri untuk menghitung kerugian diakibatkan kebakaran di kawasan hutan lindung. (met)