Peristiwa

Selama Juli 2019, 5 Kasus Karhutla Ditangani

Rata-rata Disebabkan Faktor Kelalaian dan Kesengajaan

Petugas Damkar Toapaya saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Toapaya Utara pada 31 Juli 2019, baru-baru ini. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Setidaknya ada 5 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi dan ditangani Unit Pelaksana Teknis (UPT) Damkar Toapaya selama bulan Juli 2019.

“Ada 5 kasus kebakaran selama bulan Juli,” ungkap Kepala UPT Damkar Toapaya, Nurwendi membawahi Kecamatan Toapaya, Kecamatan Gunung Kijang dan Kecamatan Teluk Bintan saat ditemui, Sabtu (3/8) saat mendampingi pihak kepolisian memasang spanduk imbauan larangan membakar hutan di sejumlah titik rawan kebakaran.

Nurwendi mengatakan, kebakaran terjadi di wilayah kerjanya bukan karena faktor alam melainkan lebih dikarenakan kelalaian dan kesengajaan yang dilakukan orang tidak bertanggungjawab.

Katanya, banyak orang tidak bertanggungjawab membuka lahan diantaranya perkebunan dengan cara membakar. Kondisi saat ini, dengan panas terik membuat si jago api mudah membesar dan menjalar ke lahan lainnya.

“Rata-rata disebabkan karena kelalaian dan sengaja membuka lahan dengan dibakar,” kata dia.

Hal ini menurut dia, sangat disayangkan karena selain menimbulkan kebakaran, juga mencemarkan udara sebab menciptakan polusi udara. Selain itu menganggu jarak pandang bagi pengendara yang melintas di sekitar lokasi kebakaran.

Sejauh ini ia mengatakan, untuk bulan Juli 2019 sudah ada dua kasus kebakaran hutan dan lahan ditangani penyidik kepolisian.

Dari dua kasus tersebut, aparat kepolisian baik Polsek Gunung Kijang dan Polsek Bintan Timur telah mengamankan dua pelaku pembakaran hutan dan lahan di wilayah hukum Polsek Gunung Kijang dan Polsek Bintan Timur.

Untuk itu, Nurwendi bersama pihak kepolisian memasang spanduk imbauan ke masyarakat untuk tidak membuka hutan dan lahan dengan membakar.

“Kita juga berharap Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan memasang imbauan ke masyarakat agar tidak membakar hutan sembarangan saat musim panas saat ini,” tutupnya. (met)