Peristiwa

Eksekusi Pengosongan Rumah di Kijang Diwarnai Kericuhan

Pemohon mengangkat barang termohon saat eksekusi pengosongan rumah di RT 001 RW 006 jalan raya Sungai Datok, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur pada Selasa (6/8). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Pengadilan Negeri Tanjungpinang melaksanakan eksekusi pengosongan rumah di RT 001 RW 006 jalan raya Sungai Datok, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur pada Selasa (6/8).

Eksekusi dikawal aparat keamanan gabungan TNI Polri dan Satpol PP Bintan diwarnai kericuhan.

Awalnya Juru Sita Pengadilan Negeri Tanjungpinang membacakan surat pelaksanaan eksekusi pengosongan kembali sesuai penetapan dari Ketua Pengadilan Negeri Tanjungpinang no:14/Pen.EKS.G/2016/PN.Tpg tanggal 29 April 2019.

Tidak lama, pihak pemohon dari keluarga almarhum Fasek, yakni Mawardi dan keluarga bersama sejumlah pekerja berupaya mengosongkan rumah dengan mengangkat barang-barang termohon.

Akan tetapi eksekusi pengosongan rumah mendapat perlawanan dari keluarga penghuni rumah sebagai termohon bernama Juraimi.

Alat berat buldoser merobohkan tembok rumah saat eksekusi pengosongan rumah di RT 001 RW 006 jalan raya Sungai Datok, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur pada Selasa (6/8). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

Pihak termohon dari keluarga Juraimi melakukan protes terhadap eksekusi pengosongan rumah. Bahkan keluarga termohon menolak barang-barang mereka diangkat keluar dari rumah.

Suasana sempat memanas bahkan diwarnai kericuhan. Adu mulut dan dorong-dorongan antara pemohon dan termohon tidak terelakkan meskipun berhasil dilerai pihak aparat keamanan.

Setelah sebagian barang berhasil dikeluarkan, keluarga termohon masih bersikeras mempertahankan rumahnya. Bahkan keluarga termohon awalnya menolak memindahkan Juraimi yang saat itu terbaring sakit di kamar.

PN Tanjungpinang berusaha memindahkan Juraimi ke rumah sakit. Karena berdasarkan keterangan tim medis bahwa tekanan jantung Juraimi meningkat tinggi.

Oleh karena itu, PN Tanjungpinang menyarankan agar keluarga termohon membawa Juraimi ke rumah sakit untuk dirawat.

Alat berat buldoser merobohkan tembok rumah saat eksekusi pengosongan rumah di RT 001 RW 006 jalan raya Sungai Datok, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur pada Selasa (6/8). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

Lebih 1 jam akhirnya keluarga termohon bersedia Juraimi dibawa keluar dari rumahnya.

Setelah Juraimi dibawa keluar dari rumahnya, sebuah alat berat buldozer langsung merobohkan atap dan tembok tersebut.

Panitra Muda PN Tanjungpinang, Heri Harsanto enggan memberikan komentar.

“Nanti setelah saya kembali kantor, dari humas yang akan menyampaikan,” singkatnya.

Sementara Wakapolres Bintan Kompol Dandung PW mengatakan, dalam kegiatan ini, dikerahkan sekitar 104 personel aparat keamanan gabungan. “Kita hanya mengamankan,” kata dia singkat. (met)