Peristiwa

Baru Kenal, Pelayan Kafe di Kijang Disiksa dan Dipaksa Berhubungan Badan

Pelaku penganiayaan dan dugaan pemerkosaan terhadap pelayan kafe di Kijang digelandang ke sel tahanan, Kamis (8/8). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Seorang nelayan asal Kijang Kota bernama Hasdianto alias Eci, 24, tega menganiaya seorang pelayan kafe berinisial AA alias LN, 35.

Dia disiksa dengan ikat pinggang untuk sekedar melayani nasfu pelaku.

Kisahnya bermula saat pelaku mendatangi kafe  tempat korban bekerja sebagai pelayan di sekitar kawasan Pelabuhan Sribayintan Kijang, Kecamatan Bintan Timur pada Selasa (6/8) malam.

Di sana, pelaku kepincut akan kecantikan korban. Dia menawarkan ke korban untuk mengantar pulang sampai ke rumah korban.

Setiba di tengah jalan, tepatnya di sekitar Taman Kijang City Walk pelaku melancarkan jurus rayuan ke korban.

Bahkan, pelaku mengajak korban berhubungan intim selayaknya suami istri. Namun, rayuan pelaku tidak dilayani korban.

Malah korban menolak semua ajakan pelaku. Penolakan itu ternyata membuat pelaku kesal. Dia menganiaya korban dengan ikat pinggang. Bahkan korban juga dipaksa berhubungan badan.

Kebringasan pelaku membuat korban mengalami luka. Dengan baju masih berlumur darah, korban berjalan ke kantor polisi untuk melaporkan perbuatan pelaku.

Usai menerima laporan, korban ditangkap dalam keadaan tertidur di Kijang City Walk, Rabu (7/8) dini hari.

Kepada wartawan, pelaku mengaku baru kenal. Dia kenal korban di kafe lalu mengajaknya pulang.

“Iya baru kenal,” kata dia mengaku habis mengonsumsi minuman beralkohol di tempat kerja korban.

Kapolsek Bintan Timur, AKP Muchlis Nadjar menyampaikan, laporannya penganiayaan atau pemerkosaan.

“Kenapa kami sampaikan penganiayaan atau pemerkosaan, karena sampai saat ini masih kami dalami kasus tersebut,” kata Kapolsek Bintan Timur, AKP Muchlis Nadjar kepada awak media, Kamis (8/8).

Dia mengatakan, awalnya pelaku menawarkan mengantarkan korban pulang. Namun, korban malah diajak putar-putar di seputaran Kijang.

“Sampailah di Kijang City Walk, di jembatan korban dirayu dan dipaksa berhubungan badan,” kata dia.

Namun korban menolak. Kemudian pelaku menganiaya korban dengan ikat pinggang.

“Sampai berdarah di kepalanya. Tangannya juga dipikul. Korban juga diancam sampai ketakutan dan akhirnya terjadilah hubungan badan,” kata dia.

Setelah melakukan hubungan badan, pelaku tertidur di lokasi. “Korban kemudian sekitar pukul 04.30 WIB, melapor ke Polsek,” kata dia.

“Saat diamankan korban tertidur di lokasi. Kita amankan juga kendaraannya. Lalu kami berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk dilakukan visum terhadap korban,” katanya.

Hingga saat ini, dia mengatakan,  pihaknya masih menunggu hasil visum dari rumah sakit apakah benar telah terjadi pemerkosaan.

Atas perbuatan tersebut, pelaku dikenakan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman 2 tahun 8 bulan kurungan penjara atau pasal 285 KUHP pemerkosaan dan penganiayaan dengan ancaman 12 tahun kurungan penjara. (met)