Peristiwa

Tambang Granit Ilegal Rambah Hutan Lindung Gunung Kijang

Kawasan Hutan Lindung Gunung Kijang di Kecamatan Gunung Kijang, Bintan pasca ditambang secara ilegal, baru-baru ini. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Aktivitas pertambangan batu granit secara ilegal telah merambah kawasan Hutan Lindung Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan.

Hal ini diketahui saat petugas dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit IV Bintan Tanjungpinang memergoki aktivitas penambangan granit secara ilegal beroperasi di Kawasan Hutan Lindung Gunung Kijang, Kabupaten Bintan.

“Ya benar, masyarakat sekitar ada yang mengambil batu (granit) di (Hutan Lindung) Gunung Kijang,” ungkap Kepala KPHP Unit IV Bintan Tanjungpinang, Ruah Ali Maha.

Dia mengakui, pihaknya sudah ke lokasi penambangan tersebut. Sebenarnya saat itu, pihaknya melakukan agenda lain ke lokasi yakni mengecek aktivitas PT Libra yang sedang pembersihan lahan di Hutan Lindung Gunung Kijang.

“Pas turun ada aktivitas masyarakat mengambil batu granit,” ungkap dia singkat.

Sementara itu, Kapolsek Gunung Kijang AKP Dunot P Gurning mengatakan, pihaknya sudah menghentikan aktivitas pertambangan batu granit di kawasan Hutan Lindung Gunung Kijang.

“Tidak ada yang diamankan,” kata dia.

Dia mengatakan, saat ditemui di lokasi aktivitas pertambangan masih secara tradisional dengan peralatan seadanya diantaranya palu dan tenaga.

“Kasihan kalau ditangkap, karena mereka menambang bukan untuk mencari kaya, namun untuk sekedar urusan perut saja. Lagian mereka tidak menambang dengan mesin, namun dengan peralatan seadanya,” katanya.

Akan tetapi, setelah diberikan masukan agar tidak menambang lagi di kawasan Hutan Lindung Gunung Kijang, dia menegaskan, bila nanti masih ada yang menambang di kawasan tersebut maka akan dilakukan penegakkan hukum.

Aktivitas penambangan batu granit di kawasan Hutan Lindung Gunung Kijang sebenarnya sudah berlangsung puluhan tahun. Hal ini diakui oleh salah seorang pekerja.

Dia mengatakan, ada beberapa kelompok yang menambang batu granit di lokasi ini.

Dia juga mengakui tidak tahu kalau di kawasan tersebut masuk kawasan hutan lindung karena tidak terlihat papan pengumuman atau pemberitahuan hutan lindung. (met)