Peristiwa

Belasan Tahun Dijarah, Kerusakan Hutan Lindung Gunung Kijang Capai 50 Ha

KPHP menemukan kerusakan lahan dan lingkungan yang diakibatkan kegiatan penambangan batu granit di kawasan hutan lindung Gunung Kijang. F.KPHP Unit IV Bintan Tanjungpinang untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Aktivitas penambangan ilegal dengan menjarah batu granit di kawasan hutan lindung Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang rupanya sudah berlangsung belasan tahun.

Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit IV Bintan Tanjungpinang menyatakan, kerusakan lahan akibat aktivitas penambangan ilegal di kawasan hutan lindung Gunung Kijang sudah mencapai sekitar 50 hektare (Ha).

“Kerusakan lahan mencapai 50 hektare,” ujar Kepala KPHP Unit IV Bintan Tanjungpinang, Ruah A Maha ditemui di kantornya, Kamis (8/8) siang.

Sebenarnya, KPHP Unit IV Bintan Tanjungpinang sudah sering mengingatkan kelompok penambang yang menambang di lokasi Hutan Lindung Gunung Kijang bahkan sebelum KPHP berdiri.

“Sudah tahunan, belasan tahun,” kata dia.

Kala itu, dia mengatakan, dirinya yang masih kasi di Dinas Kehutanan Kabupaten Bintan sempat dikepung oleh penambang bahkan sempat dihadang dengan senjata tajam parang.

“Kita mau ambil alat-alatnya malah mau dikeroyok. Kalau alat (yang digunakan penambang) yang diamankan sudah hampir segudang,” katanya.

Sebenarnya, kelompok penambang ini sudah mulai jera.

Namun beberapa bulan terakhir, dia mensinyalir ada kelompok lainnya yang kembali melakukan kegiatan penambangan di sana.

“Sebenarnya sudah lama tidak ada lagi, karena sejak Januari kita sering keluar masuk di sini, mungkin terakhir sudah berbeda generasi dan kelompok. Diduga mereka ada menambang lagi karena menerima orderan,” kata dia.

Kembalinya aktivitas penambangan di lokasi tersebut, kata dia diketahui saat PT. Libra meminta KPHP untuk menunjukkan batas lahan hutan lindung.

“Ceritanya tanpa sengaja kami ke sana untuk menunjukkan batas hutan lindung¬† dan kami menemukan aktivitas tambang di sana. Langsung kami hentikan dan kami usir,” katanya.

Ke depan, dia mengatakan, pihaknya akan memasang plang pemberitahuan kawasan hutan lindung.

“20 plang disiapkan,” kata dia.

Dia juga menyebut, bahwa kerusakan hutan lindung yang cukup parah terjadi di Sei Jago Tanjunguban dan Gunung Kijang. Pihaknya akan melakukan reboisasi di atas lahan seluas 50 Ha di Hutan Lindung Sei Jago Tanjunguban, sedangkan 600 Ha di Hutan Lindung Gunung Kijang pada  tahun 2020.

“Kita akan lalukan swakelola dengan mengajak masyarakat untuk menanam dan menjaga lingkungan,” tutupnya. (met)