Peristiwa

Kecelakaan di Kawal Rengut Dua Nyawa, Olah TKP Dibantu Alat Canggih dari Polda

Aparat kepolisian sedang menggunakan bantuan alat TAA dalam membantu penyelidikan kasus kecelakaan yang merengut dua nyawa di jalan raya Wisata Bahari, Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan pada Kamis (8/8) sore. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Dua nyawa melayang, Haris, 22, dan Dewi, 19, dalam kecelakaan antara sepeda motor dan truk yang dikemudikan Ridwan, di jalan raya Wisata Bahari, Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan pada Kamis (8/8) sore.

Dari video berdurasi sekitar 57 detik, dua orang bersimbah darah tergeletak di jalan aspal dan tanah.

Terlihat dari video tersebut, 1 orang korban wanita bernama Dewi tergeletak di tanah dengan luka robek di sekitar pangkal paha.

Sedangkan 1 orang korban laki-laki bernama Haris tergeletak di tengah jalan aspal dengan luka robek di bagian kaki sebelah kanan.

Korban laki-laki ini sempat mengangkat tangan sebelah kiri saat diangkat warga ke atas pikap untuk dibawa ke rumah sakit.

Kabar terakhir kedua korban telah menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit umum daerah (RSUD) Raja Ahmad Thabib Provinsi Kepri Batu 8 di Tanjungpinang sekitar pukul 19.30 WIB.

“Sudah meninggal di rumah sakit, kabarnya si laki-laki pekerja di salah satu resort di Trikora. Kalau yang wanita tidak tahu apakah dia boncengan atau tidak,” kata seorang warga bernama Atar Sianipar di RSUD Kepri Batu 8 Tanjungpinang.

Jumat (9/8) siang, Unit Laka Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bintan dibantu Polda Kepulauan Riau (Riau) melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Untuk membantu penyelidikan, Tim dari Subdit Gakum Ditlantas Polda Kepri diterjunkan untuk menganalisa kecelakaan lalu lintas tersebut.

“Saya membawa tim penanganan laka dengan bantuan alat bernama Traffic Accident Analis (TAA) untuk menganalisa kejadian lalu lintas,” ungkap Kasubdit gakum DitlantasĀ  Polda Kepri AKBP Tolopan Simanjuntak di lokasi kejadian.

Hasil dari Olah TKP, dia mengatakan, akan berbentuk animasi.

“Alat ini mengambarkan di mana posisi sebelum dan setelah kejadian,” kata dia.

Nantinya hasil TAA akan dicocokkan dengan keterangan alat bukti lainnya di lapangan.

“Alat ini baru ada di 34 Polda, dan baru ada di tingkat Polda. Harganya berkisar Rp 2 miliar,” katanya.

Sementara itu, aparat Kepolisian dari Unit Laka Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bintan masih kesulitan mencari saksi kecelakaan maut yang merengut dua nyawa di jalan raya Wisata Bahari, Kawal, Kecamatan Gunung Kijang pada KamisĀ  (8/8).

Kasatlantas Polres Bintan AKP Cut Putri Amelia Sari mengakui pihaknya masih mencari saksi untuk menyimpulkan kejadian sebenarnya. Sejauh ini pihaknya masih mengali keterangan dari saksi sopir truk yang telah diamankan di markas Polsek Gunung Kijang dan masih mencari keterangan saksi lain.

“Sopir truk masih dimintai keterangan,” kata dia.

Dia juga mengatakan, pihaknya akan mendatangi rumah duka di salah satu kampung yang ada di Kecamatan Gunung Kijang.

“Kemungkinan Pak Kapolres akan turun. Kita saat ini masih menunggu dari Jasa Raharja untuk mengurus santunan bagi korban,” kata dia.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk langsung menolong bila melihat kecelakaan.

“Tolonglah apa yang bisa kita lakukan ketika melihat kecelakaan, jangan langsung merekam video,” pintanya.

“Jika melihat kejadian di Kawal awalnya korban masih bernafas dengan kelihatan luka ringan meski akhirnya diketahui ada luka pendarahan di kepala. Jadi kalau ada korban laka bila terlambat ditangani atau salah penanganan bisa fatal,” kata dia mengakhiri. (met)