Kabar Pemkab

Efesiensi Anggaran, Perjalanan Dinas Honorer Bintan Dibatasi

Sekretaris Daerah Bintan, Adi Prihantara. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Pemkab Bintan melalui Bupati Bintan, Apri Sujadi mengeluarkan instruksi Bupati Bintan Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Pembatasan Perlaksanaan Perjalanan Dinas Daerah bagi Tenaga Honorer Daerah di Lingkungan Pemkab Bintan.

Tujuannya dalam rangka efisiensi dan efektifitas penggunaan anggaran di lingkup Pemkab Bintan.

Dalam instruksi ini, Bupati Bintan Apri Sujadi menginsitruksikan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Bintan.

Bunyinya kepala satuan kerja perangkat daerah diinstruksikan tidak mengeluarkan surat perintah tugas melaksanakan perjalanan dinas luar daerah bagi tenaga honorer di lingkungan kerja masing-masing.

Namun kepala satuan kerja perangkat daerah boleh mengeluarkan surat perintah perjalanan dinas bagi tenaga honorer dengan ketentuan melaksanakan tugas teknis langsung pada kegiatan bupati, wakil bupati dan pimpinan DPRD Bintan.

Dan, melaksanakan tugas teknis langsung pada kegiatan penyampaian laporan dan data berbasis teknologi informasi, rekonsiliasi data berbasis teknologi informasi dan integrasi sistem informasi berbasis teknologi informasi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Adi Prihantara membenarkan adanya pembatasan perjalanan dinas bagi tenaga honorer di lingkungan Pemkab Bintan.

Dia mengatakan, pembatasan perjalanan dinas bagi tenaga honorer ini untuk maksud efisiensi dan menyetarakan pendapatan atau insentif tenaga honorer.

Karena selama ini,  menurutnya, tidak semua honorer yang bisa menikmati perjalanan dinas ke luar daerah.

Namun demikian, ia mengatakan, tenaga honorer yang memiliki kemampuan teknologi informasi masih bisa menikmati perjalanan dinas ke luar daerah.

“Tapi khusus perjalanan dinas keluar daerah, kalau dalam daerah tidak,” kata dia.

Dia berharap, diterapkannya instruksi ini bisa menyetarakan pendapatan atau insentif tenaga honorer.

Apalagi Pemkab Bintan telah mengusukkan kenaikan pendapatan atau insentif tenaga honorer sekitar Rp 1,8 juta perbulan dan sekitar Rp 1,9 juta bagi tenaga honorer di bidang kesehatan.

“Usulan pada APBD Perubahan 2019, mudah-mudahan disetujui,” tutupnya. (met)