Peristiwa

Kebakaran di Kampung Kamboja, Tanjunguban, Api Berasal dari Rumah Induk

Petugas Damkar Bintan Utara berupaya memadamkan api saat kebakaran rumah di Kampung Kamboja Dalam, Tanjunguban, Rabu (14/8) siang. F.Damkar Bintan Utara untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Kepolisian Sektor Bintan Utara telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kebakaran salah satu rumah warga di Kampung Kamboja Dalam Jalan Permaisuri Gang Mawar RT 02 RW 01 Kelurahan Tanjunguban Selatan Kecamatan Bintan Utara pada Rabu (14/8) sekitar pukul 10.30 WIB lalu.

Hasil olah TKP tersebut menyimpulkan api berasal dari kamar utama rumah induk tersebut.

“Api diduga berasal dari kamar utama, rumah induk. Penyebab kebakaran sampai saat ini diduga konsleting listrik,” ungkap Kapolsek Bintan Utara, Kompol Arbaridi Jumhur.

Pagi itu sekitar pukul 10.00 WIB, cucu dari korban bernama Ana, 4,5 tahun baru pulang dari sekolah dan menonton TV di ruang tamu. Sementara korban, Ami, 64, berada di dapur.

“Selang beberapa menit cucunya melihat ada api dari kamar utama. Si cucu menyampaikan kepada korban kemudian korban melihat api dan hampir pingsan,” jelasnya.

Karena panik, korban berteriak meminta bantuan tetangga. Ramai tetangga korban yang datang berupaya memadamkan api.

Melihat api mulai membesar dan menjalar ke ruang tamu kemudian korban keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri.

“Tak lama kami menerima laporan kebakaran dari tetangga korban,” katanya.

Anggota Gabungan Polsek Bintan Utara bersama anggota Brimob, anggota Polair, TNI AL, Damkar serta masyarakat tiba di TKP dan langsung berupaya melakukan pemadaman dengan Damkar milik Brimob, Damkar, TNI AL dan damkar milik Kecamatan Bintan Utara.

“Api bisa dipadamkan sekitar pukul11.30 WIB, namun di lokasi tetap dilakukan penyiraman sampai sekitar pukul 13.00 WIB lewat,” kata dia.

Akibat kebakaran ini, rumah induk dan rumah kos 1 bangunan milik korban terbakar, surat tanah asli, BPKB asli kendaraan roda dua Yamaha, BPKB asli kendaraan roda dua Honda, ijazah, KK, akta asli, KTP asli, uang tunai sekitar Rp 20 juta dan emas gelang kalung milik korban.

“Kerugian ditaksir sekitar Rp 100 juta,” tutupnya. (met)