Peristiwa

Dua Bulan, 9 Orang Pembakar Lahan di Bintan Diamankan

Kapolres Bintan, AKBP Boy Herlambang menanyakan alasan ke salah satu pelaku pembakaran lahan usai ekspos kasus pembakaran lahan di wilayah Polres Bintan. Ekspos dilaksanakan di markas Polres Bintan, Selasa (27/8). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Bintan mengamankan 9 orang pelaku pembakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukum Polres Bintan.

Para pelaku diamankan di berbagai wilayah yang berbeda dalam kurun waktu lebih kurang dua bulan terakhir.

9 pelaku yang diamankan diantaranya Mb dan IA membakar lahan di Kampung Lome, HM membakar lahan di Kampung Beringin, PW membakar lahan di Jalan Nusantara dan RY membakar lahan di Jalan Nusantara. KS membakar lahan di Toapaya dan SH membakar lahan di Taman Sari serta terakhir HD membakar lahan Seri Kuala Lobam.

Kapolres Bintan, AKBP Boy Herlambang menjelaskan, dari hasil pengungkapan tindak pidana membuka lahan dengan membakar, sepanjang 2019, ada 9 kasus atau Laporan Polisi (LP) yang ditangani.

2 kasus ditangani Satreskrim Polres Bintan, 2 kasus ditangani Polsek Bintan Timur, 1 kasus ditangani Polsek Gunung Kijang, 3 kasus ditangani Polsek Bintan Utara.

“Dari 8 LP, dua sudah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan atau P21. Yang 6 LP masih dalam proses penyelidikan,” kata dia.

Dia menjelaskan, rata-rata modusnya ialah membuka lahan dengan cara membakar.

Lahan yang dibakar awalnya rata-rata milik pelaku sendiri. Kemudian api membesar dan menjalar ke lahan milik orang lain.

Dari 8 kasus ini, pihaknya mengamankan barang bukti parang, sarung tangan, korek api gas, alat perkebunan berupa cangkul dan lainnya dan jg kayu yang habis dibakar.

Akibat perbuatan ini, para pelaku dijerat pasal 108 junto pasal 69 undang-undang RI Nomor 32 tahun 2019 Tentang Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup atau Pasal 187 KUHPidana.

Selain itu, dia juga menyampaikan bahwa berbagai upaya telah dilakukan oleh stakeholder yang ada di Kabupaten Bintan terdiri dari TNI, Polri, Pemda, Tagana, BPBD, Ormas hingga unsur masyarakat maupun Tim Satgas Penanggulangan Karhutla Bintan dalam mencegah dan menangani kebakaran lahan dan hutan di Bintan.

“Kita juga ada tim satgas yang dibentuk di tingkat kecamatan dan kelurahan desa,” katanya.

Sehingga setiap ada kejadian kebakaran lahan dan hutan, semua unsur bergerak ke lokasi untuk memadamkan api.

“Kita juga sudah ada poska, baik di Kantor Damkar Tanjunguban dan Toapaya,” katanya.

Dari kejadian ini, dia mengimbau masyarakat tidak membakar lahan saat membuka lahan. Karena dampaknya sangat buruk baik ke lingkungan maupun ke lainnya.

Sementara itu, salah satu pelaku insial HM mengatakan, dirinya membakar lahan miliknya sendiri untuk berkebun.

Namun, apinya menjalar ke lahan milik orang lain. (met)