Kabar Pemkab

Jaringan Listrik dan Pipa Air Akan Dipindahkan

Tata Kawasan Km 16 Toapaya Selatan

Bupati Bintan, Apri Sujadi meninjau pekerjaan penataan kawasan Simpang Km 16 Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Selasa (27/8). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Penataan kawasan Simpang Kilometer (Km) 16 Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan menemui kendala di lapangan.

Pasalnya, jaringan pipa air PDAM dan drainase serta PLN akan terkena dampak dari penataan kawasan Simpang Km 16.

Selasa (27/8), Bupati Bintan Apri Sujadi meninjau ke lokasi penataan kawasan Simpang Km 16 Desa Toapaya Selatan.

“Kita sudah koordinasi dengan PLN dan PDAM untuk pemindahan jaringan PLN dan pipa air PDAM, namun semua diperlukan waktu yang tepat,” katanya.

Dijelaskannya pemindahan jaringan PLN dan pipa air PDAM harus dilakukan dengan koordinasi dan waktu yang tepat karena pemindahan jaringan PLN misalnya akan berdampak pada pemadaman listrik di wilayah tersebut.

Bukan hanya wilayah pemukiman masyarakat yang bakal terjadi pemadaman, namun beberapa kawasan bisnis yang berada di sana juga akan terkena dampak dari pemadaman listrik.

“Kalau jaringan pipa air PDAM sudah clear,” kata dia.

Dia juga mengatakan penataan kawasan Simpang Km 16 Desa Toapaya Selatan ini dilakukan karena simpang tersebut merupakan pusat strategis jalan yang menghubungkan beberapa arah jalan lalu lintas yaitu jalan menuju Kota Tanjungpinang, menuju pusat pemerintahan Bintan Buyu dan Tanjunguban, juga menuju Kijang, dan ke kawasan pariwisata Pantai Trikora.

“Saat ini sedang dikerjakan dan kita harapkan tahun 2019 ini, setidaknya satu jalur ke arah lintas timur sudah bisa digunakan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bintan, Herry Wahyu melalui Kabid Bina Marga Edy Nurmansyah menuturkan bahwa penataan simpang Km 16 Toapaya dikerjakan melanjutkan pekerjaan yang belum selesai di tahun-tahun sebelumnya.

Anggaran yang disiapkan untuk penataan simpang Km 16 Toapaya tersebut berkisar Rp 8,7 miliar dengan total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 15 miliar lebih.

“Kita harapkan mudah-mudahan hal ini bisa diselesaikan tepat waktu,” tutupnya. (met)