Metro Bintan

September Lokalisasi Ditutup, Sebagian PSK Enggan Dipulangkan

Sosialisasi yang dilakukan Dinsos Bintan terkait menutup
lokalisasi di Bintan, kemarin. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Penutupan lokalisasi di Kabupaten Bintan baik lokalisasi Bukit Senyum, Tanjunguban dan lokalisasi Km 24 Bukit Indah, Toapaya dijadwalkan pada 13 September 2019 nanti.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran sebagian pekerja seks komersial (PSK) di dua lokalisasi tersebut.

Pasalnya, sebagian PSK setuju dipulangkan ke kampung, sedangkan sebagian lagi memilih tinggal di Bintan.

Wati, sebut saja demikian salah satu PSK di lokalisasi di Bintan. Dia mengaku tidak mau dipulangkan ke kampungnya, karena alasan sulit mencari pekerjaan.

“Kalau bisa di sini saja, kerja di cafe atau di mana saja,” kata dia.

Informasi yang diterima di lapangan bahkan ada sejumlah PSK yang mulai mengungsi di rumah-rumah kos menjelang penutupan lokalisasi.

“Iya ada yang datang mencari rumah kos, ngakunya dari luar daerah. Ternyata PSK di salah satu lokalisasi, ya kita minta mereka cari kos lain aja,” kata seorang warga.

Lurah Toapaya Asri, Nepy Purwanto membenarkan rencana penutupan akan dilakukan bulan September mendatang.

Diakuinya juga bahwa ada sebagian PSK yang tidak mau dipulangkan ke kampungnya.

Seperti di lokalisasi Km 24 Toapaya, dia mengatakan, ada 38 PSK yang bekerja di sejumlah kafe di lokalisasi tersebut.

“Ada 18 orang yang mau dipulangkan, yang 20 orang tidak mau dipulangkan. Katanya mau kerja di sini saja, kerja di kafe atau di mana saja,” katanya.

Sementara itu, Kadis Sosial Kabupaten Bintan Edi Yusri belum berhasil dihubungi. (met)