Peristiwa

Razia Gabungan, 8 PNS Terjaring

Satpol PP Bintan ketika mendata PNS yang terjaring razia di salah satu kedai kopi di wilayah Toapaya, Selasa (3/9). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Tim gabungan terdiri Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bintan, Inspektorat Daerah Kabupaten Bintan, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bintan menggelar razia kedisiplinan PNS jam kerja.

Razia gabungan dilaksanakan di sejumlah kedai kopi di wilayah Kecamatan Toapaya, Selasa (3/9).

Dari razia itu, terjaring 8 orang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bintan.

Kabid Sumber Daya Aparatur Satpol PP Bintan, Haryadi mengatakan, razia dimaksudkan untuk menertibkan dan menegakkan disiplin pegawai baik PNS maupun honorer di lingkungan Pemkab Bintan.

Dijelaskannya, razia dilaksanakan sesuai surat edaran Bupati Bintan tentang penertiban penegakkan disiplin PTT dan PNS di lingkup Pemkab Bintan. Dimana, surat edaran ini telah disosialisasikan sejak dua bulan lalu ke pegawai.

“Ada 8 orang pegawai yang terjaring. 3 diantaranya kepala sekolah dan guru agama,” ujarnya.

Dari 8 orang yang terjaring, dia mengatakan, pihaknya sebatas mendata terkait tempat dinasnya dan nomor induk kepegawaian.

Untuk sanksi dia mengatakan, diserahkan ke Inspektorat Daerah Kabupaten Bintan dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bintan.

Sementara seorang Kepala Sekolah di salah satu sekolah dasar (SD) di Bintan menyampaikan, bahwa mereka baru selesai pemberkasan sertifikasi di kantor Kementerian Agama.

“Kami mau pulang, karena lapar kami makan dulu,” kata dia saat terjaring razia di warung makan di kawasan Gesek Kilometer 20 Toapaya.

Namun ketika diminta menunjukkan surat perintah tugas (SPT). Ketiganya tidak bisa menunjukkan SPT. (met)