Peristiwa

Sabu 118 Kg dari Malaysia Diselundupkan Pakai Jeriken

Kapolres Bintan, AKBP Boy Herlambang dan Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Erlangga saat ekspos tangkapan narkoba 118 Kg, Rabu (4/9). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Sabu seberat 118.521,97 kilogram (Kg) diamankan di sebuah rumah di jalan Antasari Gang Riang RT 003 RW 001 Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Teluk Sebong pada Jumat (30/8) malam lalu, ternyata diselundupkan tiga pelaku masing-masing inisial Jf, 37, (sebelumnya AJ), Sy, 38, ┬ádan Zh, 36, (sebelumnya AP) dari Malaysia.

Barang haram ini dimasukkan ke jeriken seolah-olah berisi cairan recin atau cairan untuk pengkilat kayu. Selanjutnya jeriken diangkut speedboat dari Malaysia ke Senggiling, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan.

Tiba di Senggiling, sabu dipindahkan ke dalam mobil yang bagian lantai joknya dan bagian belakangnya sudah dimodifikasi. Sabu kemudian disembunyikan di sebuah rumah di jalan Antasari Gang Riang RT 003 RW 001 Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Teluk Sebong.

“Dari hasil pemeriksaan yang bersangkutan bahwa mereka sudah 6 kali selundupkan sabu ke Bintan. Yang ke enam tertangkap, sebelumnya lolos,” ungkap Kapolres Bintan, AKBP Boy Herlambang di markas Kepolisian Resor Bintan, Kompleks Bintan Buyu, Rabu (4/8).

Sabu ini rencananya akan dikirim ke Pulau Sumatera dan Jawa.

Kapolres Bintan, AKBP Boy Herlambang dan Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Erlangga saat ekspos tangkapan narkoba 118 Kg, Rabu (4/9). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

Rencananya barang haram ini akan dimasukkan ke koper kemudian diangkut mobil yang sudah dimodifikasi lantainya dan dibawa ke Pelabuhan rakyat di Dompak, Tanjungpinang.

Di pelabuhan Dompak, sabu akan diangkut menggunakan kapal ke Pulau Sumatera.

“Sabu akan didistribusikan ke Sumatera dan Jawa,” kata Boy.

Kasus ini terungkap setelah jajaran Polres Bintan dan Polsek Bintan Utara menerima informasi akan dilakukan transaksi narkoba di daerah Panteng, Desa Sebong Pereh pada Jumat (30/8) malam.

Aparat kepolisian menyisir mulai dari Pantai Sakera ke daerah Panteng.

Tiga pelaku kasus narkotika jenis sabu digiring ke ruang sel tahanan, Rabu (4/9). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

Di daerah Panteng, aparat mencurigai sebuah mobil Toyota Fortuner warna putih BE 1031 FD yang dikemudikan pelaku Jf. Lalu dilakukan pengeledahan terhadap pelaku.

“Kemudian sama anggota dibawa ke rumahnya di daerah jalan Antasari, Gang Riang. Di sana diamankan Sy di dalam rumah,” kata dia.

Rumah tersebut digeledah dan didapatkan tersimpan di beberapa koper besar.

“Kita lakukan pengeledahan bersama ketua RT dan RW di sana,” katanya.

Ketika itu, ditemukan di kamar mandi sebanyak 3 koper berisikan 99 bungkus besar narkotika jenis sabu.

Kapolres Bintan, AKBP Boy Herlambang menunjukkan lantai jok mobil yang dimodifikasi dari mobil yang digunakan untuk mengangkut sabu. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

Kemudian digeledah di mesin cuci dan ditemukan 3 bungkus besar dan 1 bungkus sedang narkotika jenis sabu.

Selanjutnya di dalam kendaraan, Toyota Kijang LGX Kapsul BP 1126 TA ditemukan 17 bungkus besar narkotika jenis sabu.

“Setelah itu kita geledah dan kita interogasi sampai akhirnya diamankan Zh,” katanya.

Dia mengatakan, dari ketiga pelaku, dua diantaranya ialah sopir bus sekolah di Bintan sedangkan Zh ialah residivis kasus TKI Ilegal.

“Dua warga Bintan sedangkan 1 lagi warga Tanjungpinang. Ketiganya kurir karena untuk pengiriman sabu mereka diupah sekitar Rp 50 juta oleh pelaku yang masih buron inisial W, warga Malaysia,” kata dia.

Kanit Intelkam, Ipda Andi menunjukkan lantai bagian belakang mobil yang dimodifikasi. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

Selain 120 bungkus narkoba jenis sabu, polisi juga mengamankan 4 buah koper, 1 set alat isap bong, 1 unit mesin cuci, 2 jeriken warna kuning, 1 mobil fortuner warna silver BE 1031 FD dan 1 unit mobil Kijang LGX warna biru BP 1126 TA.

Setelah dilakukan penimbangan, total berat barang yang diamankan sekitar 125 Kg.

“Berat bersih sekitar 118.521,97 kilogram. Kemudian dilakukan penyisihan barang bukti sebagai alat bukti di persidangan dan disisihkan untuk uji lab nanti akan dibawa anggota ke medan lebih kurang 3 kilogram,” kata dia.

Atas perbuatan ini, tiga pelaku dijerat pasal 114 ayat 2 dan atau pasal 112 ayat 2 junto pasal 113 ayat 2 junto pasal 132 ayat 2 UU RI nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman mati,” tegasnya. Sementara itu Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Erlangga menyampaikan wilayah Kepulauan Riau yang berbatasan dengan negara tetangga menjadi potensi dan sumber kejahatan salah satunya narkotika.

Dua unit mobil yang diamankan pihak Polres Bintan. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

“Kita bertetangga langsung dengan kawasan segitiga emas yakni Myanmar, Laos dan Thailand,” katanya.

Kapolres Bintan, AKBP Boy Herlambang menambahkan, untuk pengawasan pihaknya telah memiliki tim satgas dan dibantu dari Bhabinkamtibmas di lapangan.

Diduga sabu yang diselundupkan dari Malaysia ke Bintan berasal dari salah satu negara segitiga emas tersebut.

Ditanya apakah ini ada kaitannya dengan jaringan Adam yang memiliki kekayaan mencapai sekitar Rp 20 Triliun? Ia menjawab, sejauh ini belum ada. Namun pihaknya tetap akan menyelidiki. (met)