Hukum-Kriminal

Dikejar-kejar Aparat, Speedboat Bawa TKI Ilegal dan 1 Warga Bangladesh Tabrak Karang dan Terdampar di Perairan Tanjunguban

Seorang warga Banglades yang dibawa speedboat TKI Ilegal diamankan di Kantor Satpolair Polres Bintan usai speedboat mereka terdampar di perairan Pantai Dinda, Kampung Bugis, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Bintan pada Senin (9/9) sekitar pukul 21.30 WIB. F.Satpolair Polres Bintan untuk Batam Pos

PRO BINTAN – Speedboat yang membawa sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal dan 1 orang warga negara Bangladesh dikejar-kejar oleh armada milik aparat di perairan Nongsa Batam.

Akhirnya, speedboat tersebut terdampar di Pantai Dinda, Kampung Bugis, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Bintan pada Senin (9/9) sekitar pukul 21.30 WIB.



Dari speedboat tersebut, diamankan 4 orang TKI ilegal asal Lombok, Nusa Tanggara Barat (NTB) yakni Junaidi, 44, Muhtar, 37, Lukman, 42, dan Muh Iqbal, 24.

Juga diamankan 1 warga negara asing (WNA) asal Banglades berinisial MIR, 29, dan 1 orang ABK speedboat bernama Sugeng Hermanto, 41. Sedangkan 1 orang tekong speedboat bernama Jupri telah melarikan diri.

Pada malam itu, speedboat 200 PK yang membawa TKI dan 1 warga Bangladesh berangkat dari Perairan Telagapunggur, Batam dengan tujuan Malaysia sekitar pukul 20.30 WIB.

Di depan perairan Nongsa, Batam, speedboat dikejar-kejar armada milik aparat diduga kapal patroli Bea dan Cukai. Akhirnya, tekong speedboat menghindari kejaran aparat dan melaju ke perairan Bintan.

“Sebelum terdampar di perairan Tanjunguban, speedboat sempat menabrak karang,” kata Kasat Polair Polres Bintan AKP Suardi.

Kemudian penumpangnya lari ke Pantai Indah, Kampung Bugis, Tanjunguban. “Warga Kampung Bugis yang menemukan mereka, melaporkan kejadian itu ke kita. Lalu kita datang ke TKP dan mengamankan mereka,” kata dia.

“Kondisi semua penumpang selamat dan telah diamankan di kantor Satpolair Polres Bintan. Namun seorang tekong melarikan diri,” tutupnya. (met)

Loading...