Hukum-Kriminal

21 Rumah dan Kios di Simpang Lagoi Diterjang Puting Beliung, 7 Diantaranya Rusak Berat

Rumah warga yang mengalami rusak dan atap terbang dibawa angin puting beliung di Simpang Lagoi, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Teluk Sebong pada Kamis (12/9) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Sebanyak 21 unit rumah maupun kios di Simpang Lagoi, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Teluk Sebong diterjang angin puting beliung pada Kamis (12/9) sekitar pukul 13.00 WIB. 7 diantaranya mengalami rusak berat.

Tidak ada korban akibat bencana alam ini.



Seorang warga yang kebetulan berada di lokasi, Fernando Sitompul menyampaikan siang itu dia lagi makan di salah satu warung makan. Dia melihat langit mendung.

Tiba-tiba turun hujan dengan sangat deras. Beberapa saat kemudian angin bertiup sangat kencang hingga menerbangkan sampah yang ada di sana.

“Angin bertiup sangat kencang sekitar 15 menitan, kalau hujan sekitar 45 menitan,” kata lelaki yang berprofesi guru sekolah menengah pertama di Kelurahan Kota Baru ini.

Dia tidak bisa memastikan apakah angin yang bertiup kencang merupakan angin puting beliung atau tidak. Karena dia saat itu berada di dalam warung.

“Kayaknya angin kencang saja,” kata dia.

Hanya setelah hujan mulai reda, dia melihat pohon yang tumbang di dekat pos masuk kawasan wisata Lagoi.

“Tumbangnya menutup sebagian jalan. Tak lama petugas Damkar dari kawasan Lagoi memotong batang pohon yang tumbang. Polisi juga menutup sebagian akses jalan saat itu,” kata dia.

Kemudian dia melihat sejumlah bangunan baik rumah maupun kios yang atapnya sudah terbang dibawa angin.

“Banyak atap rumah dan kios yang diterbangkan angin,” kata dia.

Surya warga di sana juga mengatakan, kejadian berlangsung sekitar 1 jam, namun angin puting beliung diperkirakan terjadi sangat singkat.

“Rumah almarhum Warsono atapnya dibawa angin. Kemudian kios minyak La Ode juga habis porak poranda,” kata dia.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Kota Baru, Bripka Erianto mengatakan, jumlah rumah maupun kios yang rusak sekitar 21 unit.

“Kalau rumah ada 13 unit, namun yang rusak berat 2 unit rumah. Lainnya ada kios dan bengkel, lapangan futsal juga,” kata dia.

Kanit Samapta Polsek Bintan Utara, AKP Rusli mengatakan, ada sekitar 21 unit rumah maupun kios yang terkena angin puting beliung. 7 unit diantaranya rusak berat.

Korban yang mengalami rusak berat pada rumah dan kiosnya ialah pedagang bernama Suyudi, 48, dimana atap warungnya rusak berat, Efendi, 39,  pedagang yang atap warung rusak.

Suwarni, 46, warga yang atap rumah rusak, Sui Chai, 43, pedagang dimana atap gudangnya rusak dan mengalami kerugian sekitar Rp 35 juta, box pertamini, canopi warung dan bengkel las teralis.

Korban lainnya La Ode Rafulin, 41, mengalami kerusakan pada atap kios minyak, Sunardi, 41, juga mengalami kerusakan pada atap rumah tinggal dan Partini, 47, yang mengalami kerusakan bagian atap rumah serta warungnya.

Dia mengatakan usai menerima laporan, pihaknya langsung mendatangi lokasi dan membantu warga membersihkan puing-puing atap yang rusak.

Sebelumnya Lurah Kota Baru, Khairuddin mengatakan, hingga sore total bangunan yang teridentifikasi rusak karena angin puting beliung berjumlah 21 unit rumah maupun kios yang rusak.

“21 itu ada rumah dan ada kios,” katanya.

Saat ini pihaknya sedang membuat laporan untuk diajukan bantuan ke Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan.

“Insha Allah besok selesai langsung kita ajukan ke BPBD,” katanya.

Disinggung kronologisnya, dia tidak tau bagaimana kronologisnya. Saat hujan turun dengan derasnya, dia berada di kantor.

“Saya terima foto-foto dari warga. Barula ketika reda, kami ke lokasi,” kata dia.

Namun menurut warga di sana, angin puting beliung datang dari arah hutan dekat pintu masuk kawasan wisata Lagoi.

“Warga yang duduk di warung Wanto melihat angin putih berputar-putar di hutan sampai ilalang itu bersih, kemudian menghantam pohon sampai tumbang mengarah ke rumah dan kios milik warga. Hanya saat itu warga tidak sempat merekamnya,” kata dia. (met)

Loading...