Metro Bintan

UPP bersama PPLP Tanjunguban Temukan Banyak Plastik

Gerakan Bersih Pantai dan Laut

Kasie Kesyahbandaran UPP Tanjunguban, Lina Lusiana dan Kepala UPP Tanjunguban, Fahrin Riza serta Kepala PPLP Tanjunguban M Nasir memungut sampah di laut saat gerakan bersih pantai dan laut di perairan Tanjunguban, Kamis (12/9) pagi. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN РUnit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Tanjunguban bersama  Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Tanjunguban melaksanakan gerakan bersih pantai dan laut pada Kamis (12/9) pagi.

Kegiatan dimulai di Pelabuhan ASDP Tanjunguban dan berakhir di Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara.

Gerakan ini diikuti sekitar 200 peserta dari insan maritim di Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban dan Pelabuhan ASDP Tanjunguban serta PP Bintan Utara dan masyarakat setempat.

Kepala UPP Tanjunguban, Fahrin Riza menyampaikan, gerakan bersih pantai dan laut dilakukan sehubungan Hari Perhubungan Nasional 2019.

Dalam rangka itu, lanjut dia, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut (Hubla) menginstruksikan seluruh jajarannya untuk melaksanakan gerakan bersih pantai dan laut secara serentak.

“Kita sebagai insan perhubungan laut, sebagai pelopor laut dan pantai bersih harus peduli,” tuturnya.

Terlebih, menurut sebuah riset, Indonesia menyumbang sampah plastik nomor dua se dunia.

Insan perhubungan laut melaksanakan aksi gerakan bersih pantai dan laut di Pelabuhan di Tanjunguban, Kamis (12/9). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

“Sampah plastik kita terbanyak kedua di dunia,” ujarnya.

Untuk itu, dia mengimbau jajarannya mengurangi penggunaan sampah plastik. Demikian juga masyarakat diimbau ikut menyukseskan gerakan bersih pantai dan laut dengan mengurangi penggunaan plastik.

Sementara Kepala PPLP Tanjunguban, M Nasir menyampaikan, dalam kegiatan ini, PPLP Tanjunguban mengerahkan beberapa kapal patroli dan 4 penyelam yang melakukan gerakan bersih di laut.

“Kegiatan ini akan kita evaluasi, sehingga kegiatan membersihkan pantai dan laut bisa dilakukan rutin ke depan,” kata dia.

Sebelumnya dalam amanat Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi dibacakan Kepala PPLP Tanjunguban, M Nasir bahwa Indonesia menyumbang sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia.

Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa sampah yang dihasilkan Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Dimana, sampah plastik yang dibuang ke laut sekitar 3,2 juta. (met)