Peristiwa

Tiduri Anak Tiri Selama Setahun, Bang Ipul Ngaku Khilaf

Bang Ipul menyesali perbuatannya setelah menyetubuhi anak tirinya selama setahun ketika diperiksa penyidik Polsek Bintan Utara, Senin (16/9). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Saiful Nazar alias Bang Ipul, 24, tega meniduri anak tirinya sebut saja Bunga, 15, selama setahun.

Warga Tanjunguban ini diamankan pihak kepolisian setelah ketangkap basah istrinya saat akan kembali meniduri anak tirinya di rumahnya pada Sabtu (14/9) sekitar pukul 16.30 WIB.

“Sudah setahun sejak Juli 2018 saya setubuhi dia (anak tiri). Saya khilaf,” ujar Bang Ipul ditemui di markas Polsek Bintan Utara, Senin (16/9) siang.

Dia mengisahkan awalnya dia sama sekali tidak tergiur akan kemolekan tubuh sang anak tirinya. Sepulang dari jalan-jalan, dia memeluk anaknya.

“Saya sudah menganggapnya sebagai anak sendiri,” kata dia.

Pelukan itu menurut dia, sebagai bentuk kasih sayang dirinya sebagai seorang bapak kepada sang anak, namun malah disalahartikan. Dia mengatakan, setelah kejadian itu, istrinya marah besar.

“Kami bertengkar,” kata dia.

Dari situ, dia memiliki rasa hasrat terhadap anaknya.

Kejadian pertama sehabis subuh. Saat itu dia sedang melakukan olahraga. Sedangkan sang anak melakukan pekerjaan dapur.

“Saya lagi joging, saya lihat dia lagi nyapu rumah. Lalu saya tarik ke samping rumah,” kata pekerja PT ESCO Lobam.

Setelah kejadian itu, dia sering meniduri anak tirinya. Bahkan pengakuannya selama setahun, 5 kali dirinya tega memasukkan alat kelaminnya.

“Sudah sering, kalau sampai masuk sudah 5 kali,” kata dia mengaku tidak pernah mengancam setiap kali melakukan perbuatan asusila terhadap anak tirinya.

Dia juga mengatakan, setiap melalukan, dirinya meniduri anak tirinya di kamar. Bahkan istri dan adik iparnya masih berada di dalam rumah.

“Di kamar setiap saya melakukannya. Istri di rumah namun tidur,” kata dia.

Kapolsek Bintan Utara Kompol Arbaridi Jumhur menyampaikan, kasus ini terungkap setelah istri pelaku yang merupakan ibu dari korban mengadu ke kantor polisi.

“Sore itu, istrinya memergoki pelaku yang akan menyetubuhi korban,” katanya.

Dari dasar laporan itu, pihaknya mengamankan pelaku di rumahnya dan membawa ke Polsek Bintan Utara.

“Korban sudah kita visum. Berdasarkan keterangan dari dokter bahwa alat kelamin khususnya selaput dara korban telah robek,” jelasnya.

Akibat perbuatan ini, pelaku dijerat pasal Pasal 81 ayat (1) dan (3) Jo Pasal 76D atau Pasal 82 ayat (1) dan (2) Jo Pasal 76E Undang-undang RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Undang-undang RI No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 01 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 64 K.U.H.Pidana.

Berbunyi bahwa setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. (met)