Kabar Pemkab

56 PSK Dipulangkan, Kemensos Kucurkan Bantuan Rp 344 Juta

Dua Lokalisasi di Bintan Tutup

Para PSK di dua lokalisasi di Bintan yang akan dipulangkan pamitan dengan Bupati Bintan Apri Sujadi, Senin (16/9). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Kementerian Sosial (Kemensos) RI mengucurkan bantuan sebesar Rp 344 juta untuk memulangkan 56 orang mantan Pekerja Seks Komersial (PSK) pascapenutupan dua lokalisasi yakni lokalisasi Bukit Senyum di Km 79 Tanjunguban dan lokalisasi Bukit Indah di Km 24 Toapaya yang berada di Kabupaten Bintan.

Hal ini diungkapkan Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang pada Kementerian Sosial RI, Waskito Bubi Kusumo pada kegiatan penyerahan bantuan dan pemulangan mantan PSK di dua lokalisasi di Kabupaten Bintan dilaksanakan di lokalisasi Bukit Senyum, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, Senin (16/9).

Waskito menjelaskan, bantuan yang diberikan berupa bantuan usaha jenis produktif kepada 56 orang mantan PSK sekitar Rp 280 juta, bantuan jaminan hidup untuk 56 orang mantan PSK sekitar Rp 42 juta dan bantuan transportasi lokal sekitar Rp 14 juta.

Bupati Bintan, Apri Sujadi secara simbolis menyerahkan bantuan dari Kemensos RI pada kegiatan penutupan dua lokalisasi di Bintan dilaksanakan di lokalisasi Bukit Senyum, Tanjunguban, Senin (16/9). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

Juga ada bantuan yang diberikan Kemensos RI terhadap lembaga pendampingan.

“Total bantuan sekitar Rp 344 juta,” katanya.

Dia juga menyampaikan, bahwa tahun 2019 merupakan tahun penutupan lokalisasi di Indonesia.

“Ada 168 lokalisasi, 157 lokalisasi yang bisa kita tutup. Di Bintan 2 titik yang tutup,” katanya.

PSK dibantu Satpol PP Bintan dan masyarakat mengangkat kopernya menuju bus yang akan membawa mereka ke Pelabuhan Bulang Linggi untuk menyeberang ke Batam, Senin (16/9). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

Kepada mantan PSK yang dipulangkan, dia berharap ini menjadi titik nol kehidupan.

“Saat ini adalah titik nol saudari, kemarin biarlah berlalu. Kita akan berikan pendampingan usaha produktif, jadi saudari harus berikan terbaik bagi diri sendiri,” katanya.

Sementara Kadis Sosial Bintan, Edi Yusri menyampaikan, kegiatan ini merupakan launching pemberian bantuan dan pemulangan eks PSK di dua lokalisasi di Kabupaten Bintan yakni lokalisasi Bukit Senyum di Km 79 Tanjunguban dan lokalisasi Bukit Indah di Km 24 Toapaya.

PSK dibantu masyarakat mengangkat kopernya menuju bus yang akan membawa mereka ke Pelabuhan Bulang Linggi untuk menyeberang ke Batam, Senin (16/9). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

Dia menyebut, PSK yang berada di dua lokalisasi di Kabupaten Bintan awalnya berjumlah sekitar 150 orang. Namun setelah isu berhembus kencang bakal akan dilakukan penututupan, banyak PSK yang memilih pulang sendiri.

Sehingga jumlah PSK yang tersisa sebanyak 81 PSK tersebar di dua lokalisasi di Kabupaten Bintan.

Dari 81 PKS, jumlah PSK yang memilih untuk dipulangkan sebanyak 56 orang PSK. Sedangkan sisanya memilih untuk pulang sendiri.

PSK dibantu masyarakat mengangkat kopernya menuju bus yang akan membawa mereka ke Pelabuhan Bulang Linggi untuk menyeberang ke Batam, Senin (16/9). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

“Alhamdulillah yang memilih pulang sendiri sekarang mereka tidak lagi berada di lokalisasi ini,” katanya.

Dia menyebut, PSK sebagian besar berasal dari Provinsi Jawa Barat sebanyak 23 orang, dari Jakarta 6 orang, Jawa Timur 3 orang, Jawa Tengah 2 orang, Sumatera Selatan 1 orang, Lampung 2 orang, NTB 2 orang, NTT 1 orang, Aceh 1 orang, Kalimantan Barat 2 orang, Banten 1 orang, Kepri 8 orang, Sumatera Utara 2 orang, Bengkulu 1 orang, dan Riau 1 orang.

Bupati Bintan, Apri Sujadi menyampaikan setelah ditutupnya aktivitas prostitusi di dua lokalisasi di daerahnya, tugas selanjutnya adalah mengawasi praktek prostitusi terselubung.

PSK dibantu masyarakat mengangkat kopernya menuju bus yang akan membawa mereka ke Pelabuhan Bulang Linggi untuk menyeberang ke Batam, Senin (16/9). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

Selanjutnya ia juga menginginkan, dengan tiadanya kawasan prostitusi terpusat ini tentunya harus menjadi  ‘Senyum Indah’ bagi kehidupan warga Bintan.

“Ya filosofinya yang ditutupkan Bukit Indah dan Bukit Senyum, jadinya Senyum Indah bagi kita semua, Insya Allah. Jadi saya minta, OPD terkait segera terapkan program yang bermanfaat bagi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di dua lokalisasi tersebut,” ungkapnya.

Salah seorang PSK, Suriah mengaku pasrah atas pemulangan ini.

“Ya harus terima mau gak mau harus pulang kampung, inikan kebijakan pemerintah untuk ditutup, ya kita ikutin aja,” kata wanita asal Surabaya sembari mengangkat kopernya. (met)