Metro Bintan

Debit Air Waduk Sei Jago Menyusut Jauh

Dua Bulan Tak Hujan

Kasubsi Produksi PDAM Tirta Kepri Cabang Tanjunguban, Zulkifli menunjukkan debit air di Waduk Sei Jago yang sudah menyusut jauh, Rabu (18/9). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Bintan sejak dua bulan terakhir membuat debit air di waduk Sei Jago Tanjunguban, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara menyusut.

Kasubsi Produksi PDAM Tirta Kepri Cabang Tanjunguban, Zulkifli ditemui di lokasi waduk mengatakan, produksi masih sekitar 10 sampai 15 liter per detik. Sedangkan debit air telah menyusut dari normal sekitar 3 meter, saat ini berkisar di angka 1 meter 17 centimeter.

“Nyusutnya jauh, karena sudah dua bulan tidak hujan di sini. Kalau di mana-mana katanya sudah hujan, di sini netes air hujan aja belum,” kata dia.

Namun demikian ia mengatakan, produksi air di waduk Sei Jago masih cukup, setidaknya dua bulan. Karena belum lama ini, pihak BWS sudah melakukan peremajaan di waduk.

“Dua bulan Insha Allah cukup,” kata dia.

Kendati demikian, ia masih merasa gundah. Sebab di bagian waduk ada kerusakan sehingga menciptakan lubang yang membuat air yang tertampung di dalam waduk terbuang sia-sia.

“Seharusnya musim kemarau ini saat yang tepat untuk diperbaiki kareba lubangnya besar dan air yang terbuang 5 sampai 10 liter per detik. Hanya saat musim kemarau ini, tidak kelihatan sekali, sebab posisi air di bawah level yang bocor. Kemudian sudah saya tutup juga pakai papan dan saya paku,” kata dia.

Kasubsi Produksi PDAM Tirta Kepri Cabang Tanjunguban, Zulkifli menunjukkan debit air di Waduk Sei Jago yang sudah menyusut jauh, Rabu (18/9). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

Untuk mengatasi musim kemarau agar tidak berkepanjangan, dia juga telah berkoordinasi dengan pihak Koramil dan MUI untuk melaksanakan salat istisqa.

“Bagaimana kalau dua bulan ini tidak hujan juga, makanya kita berkoordinasi dengan Koramil dan MUI. Alhamdulillah,  rencananya Jumat nanti kita akan salat minta hujan di sini,” kata dia.

Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam mengatakan, ketersediaan air di Waduk Sei Jago sudah berkurang.

Oleh karena itu, dia mengimbau warga untuk menghemat dalam penggunaan air.

“Air di waduk Sei Jago sudah mulai minim. Saya harapkan kita menghemat penggunaan air untuk kebutuhan rumah tangga,” harapnya saat meninjau waduk Sei Jago, Tanjunguban, Rabu (18/9).

Sebagaimana diketahui, waduk Sei Jago memiliki kedalaman sekitar 3 meter dengan luas lebih kurang.

Kedalaman 3 meter dengan kapasitas volume lebih kurang 270.000 meter per kubik berdiri pada 1966. (met)