Metro Bintan

Debit Air Waduk Seijago Nyusut, Salat Istisqa Digelar di lapangan Kantor Instalasi PDAM Tanjunguban

Warga saat melaksanakan salat istisqa di lapangan Kantor Instalasi PDAM Tanjunguban, Jumat (20/9) sekitar pukul 08.30 WIB. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Kondisi debit air Waduk Seijago, Tanjunguban yang berlokasi di Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara terus menyusut.

Prihatin kondisi waduk satu-satunya di Tanjunguban ini, ratusan warga melaksanakan salat istisqa di lapangan Kantor Instalasi PDAM Tanjunguban, Jumat (20/9) sekitar pukul 08.30 WIB.

Danramil O3/Bintan Utara, Kapten Arh Prabowo menyampaikan, pelaksanaan salat Istisqa perintah dari Kodam ke Korem dan ke Koramil.

Namun, selain itu, menurut dia, kemarau yang panjang karena sudah selama dua bulan tidak turunnya hujan membuat pihaknya bersama PDAM Tirta Kepri Cabang Tanjunguban menginisiatif pelaksanaan salat istisqa.

“Kita sama-sama berdoa, memohon keberkahan Allah SWT agar dicurahkan hujan,” kata dia.

Selain itu, dijelaskan dia juga bahwa alasan dilaksanakan di waduk karena pertama kondisi debit air waduk menyusut.

Kemudian alasan lain karena lapangan di Kantor Instalasi PDAM Tanjunguban memadai untuk dilaksanakan salat istisqa.

Warga saat melaksanakan salat istisqa di lapangan Kantor Instalasi PDAM Tanjunguban, Jumat (20/9) sekitar pukul 08.30 WIB. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

“Tempatnya strategis di pinggir jalan, mulai dari TNI AL, Kepolisian dan kecamatan serta koramil bisa kumpul di sini,” kata dia.

Kepala PDAM Tirta Kepri Cabang Tanjunguban, Mamat mengharapkan, hujan bisa segera turun sehingga mampu mengantisipasi kabut asap yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan.

“Ya diharapkan hujan mampu menambah debit air waduk yang menyusut atau mengalami penurunan cukup jauh dari 380 centimeter menjadi 180an centimeter, mungkin hari ini di bawah itu lagi,” kata dia.

Sementara Kafasharkan TNI AL Mentigi, Kolonel Laut (T) Mulyatna menyampaikan, secara umum ketersediaan air di Tanjunguban saat ini masih cukup. Namun ada ancaman lain yakni kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan kabut asap.

“Ini tidak bisa ditangani tenaga manusia apabila tidak ada campur tangan Allah SWT melalui curahan hujan,” kata dia.

Dia berharap melalui salat istisqa ini, dapat segera diturunkan hujan sehingga kabut aspa yang disebabkan kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Bintan bisa berkurang dan hilang sama sekali. (met)