Peristiwa

Kejari Bintan Terima 8 SPDP Perkara Karhutla

Kajari Bintan, Sigit Prabowo. F.Istimewa

PRO BINTAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan telah menerima delapan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) perkara kebakaran hutan dan lahan (kathutla) di wilayah Kabupaten Bintan dari penyidik Kepolisian Resor (Polres) Bintan.

“Dari Polres Bintan dan Polsek-Polsek yang telah mengirimkan SPDP ke Kejari Bintan saat ini sudah ada sekitar 8 perkara Karhutla,” ungkapĀ  Kepala Kejaksaan (Kajari) Bintan Sigit Prabowo, Sabtu (21/9).

Dari delapan perkara yang ditangani penyidik Kajari Bintan, dia menyebut, sudah ada penanganan perkara Tahap I atau pemberkasan bahkan sudah ada penanganan perkara telah memasuki persidangan. Diantaranya penanganan perkara karhutla dengan tersangka Suhardi alias Har bin Margono.

Sedangkan penanganan perkara tahap I diantaranya dengan tersangka Rusdiyanto alias Rusdi, Kasino bin Kariman, Irinus Arison Lamalota alias Aris dan kawan-kawan, serta Horas Mariogu Sitanggang alias Tanggang.

Sigit mengatakan, perkara karhutla ini diharapkan menjadi perhatian bagi seluruh elemen masyarakat untuk tidak sembarangan membakar sampah dan membuka lahan dengan cara membakar di musim kemarau ini.

“Buka lahan dengan cara membakar sembarangan bisa terjerat tindak pidana karhutla,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, 9 orang pelaku pembakaran hutan dan lahan (karhutla) diamankan Polres Bintan.

Para pelaku diamankan di berbagai wilayah yang berbeda dalam kurun waktu lebih kurang dua bulan terakhir.

9 pelaku yang diamankan diantaranya Mb dan IA membakar lahan di Kampung Lome, HM membakar lahan di Kampung Beringin, PW membakar lahan di Jalan Nusantara dan RY membakar lahan di Jalan Nusantara. KS membakar lahan di Toapaya dan SH membakar lahan di Taman Sari serta terakhir HD membakar lahan Seri Kuala Lobam.

Kapolres Bintan, AKBP Boy Herlambang menjelaskan, dari hasil pengungkapan tindak pidana membuka lahan dengan membakar, sepanjang 2019, ada 9 kasus atau Laporan Polisi (LP) yang ditangani.

2 kasus ditangani Satreskrim Polres Bintan, 2 kasus ditangani Polsek Bintan Timur, 1 kasus ditangani Polsek Gunung Kijang, 3 kasus ditangani Polsek Bintan Utara.

“Dari 8 LP, dua sudah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan atau P21. Yang 6 LP masih dalam proses penyelidikan,” kata dia.

Dia menjelaskan, rata-rata modusnya ialah membuka lahan dengan cara membakar.

Lahan yang dibakar awalnya rata-rata milik pelaku sendiri. Kemudian api membesar dan menjalar ke lahan milik orang lain. (met)