Metro Bintan

Kabut Asap Tebal, Kepsek Boleh Meliburkan Sekolahnya

Sejumlah orangtua yang hendak mengantarkan anaknya ke sekolah terhenti karena kabut asap yang menyelimuti wilayah Seri Kuala Lobam, Selasa (24/9) pagi. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Kepala sekolah di Kabupaten Bintan dibolehkan meliburkan sekolahnya jika jarak pandang di sekolahnya terbatas karena terpapar kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sehingga mengancam kesehatan dan keselamatan peserta didik dan guru.

Hal ini disampaikan oleh Kadisdik Bintan, Tamsir ketika ditemui di ruang kerjanya, Kantor Disdik Bintan, Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Selasa (24/9) siang.

Dirinya bahkan sudah mengeluarkan surat edaran Nomor 421/ Disdik/217 tentang Libur Sekolah terkait Keadaan Cuaca atau Kabut Asap.

Surat edaran yang ditandatangani pada 24 September 2019 ditujukan ke kepala sekolah SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Bintan.

Dijelaskannya, kabut asap yang terjadi di Kabupaten Bintan tidak merata, namun hanya melanda di beberapa kecamatan.

“Kondisi kabut asap di Bintan tidak merata. Seperti pagi tadi, di Tanjunguban aman, namun di Seri Kuala Lobam, Teluk Bintan dan Toapaya kabut asap cukup tebal,” kata dia.

Untuk sekolah yang berada di daerah pesisir, selat atau laut yang menggunakan transportasi laut, dia meminta supaya diambil keputusan khusus tergantung keadaan kabut di sekolah, apakah diliburkan atau tetap belajar.

Namun dia juga meminta kepala sekolah untuk segera mengakhiri libur sekolah apabila keadaan cuaca sudah kembali normal.

“Kalau hari ini yang memulangkan siswanya baru sekolah swasta (SDIT An Nahl) di Seri Kuala Lobam,” katanya.

Selain itu, dia berharap sekolah bekerjasama dengan pihak kesehatan untuk membagikan masker ke peserta didik dan guru. Sekolah juga diharapkan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan.

“Gunakan masker kalau beraktivitas di luar ruangan dan perbanyak minum air putih. Kalau merasa ada gangguan pernapasan sebaiknya diperiksakan segera ke fasilitas kesehatan terdekat,” ungkapnya.

Sementara itu, kabut asap tebal menyelimuti wilayah jalan Lintas Barat, mulai dari Kecamatan Seri Kuala Lobam, sampai Kecamatan Teluk BintanĀ  pada Selasa (24/9) sekitar pukul 07.00 WIB.

Pantauan di lapangan sinar matahari pagi nyaris tertutupi kabut asap. Kabut asap juga membuat jarak pandang terbatas. Beberapa kendaraan bergerak lambat dan terlihat menyalakan lampu.

Kabut asap tebal menyelimuti jalan Lintas Barat, Bintan, Selasa (24/9) pagi. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

“Asap tebal, sinar matahari sampai tak nampak tertutup kabut asap. Agaknya asapnya dari arah busung karena berasap. Lobam saat ini mendung,” kata Yani, pekerja Lobam.

Sementara Kasubag TU UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi mengatakan, tidak ada kebakaran di lokasi wilayah kerjanya.

“Tak ada, nihil tak ada kebakaran di wilayah UPT Damkar Tanjunguban,” kata dia.

Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Ardhito mengatakan, kabut ini hampir sama seperti (embun) yang ditemui pada pagi hari biasanya, namun kali ini bertambah kabut asap.

“Kalau lagi asap terus hujan biasanya besok paginya begini. Lebih tebal kabutnya,” katanya.

Senin (23/9) malam, ia menyebut, jarak pandang sempat mencapai 1500 meter. “Kalau pagi ini sekitar 2000 meter sih,” ujarnya.

Sementara itu, kabut asap pekat membuat SDIT An Nahl Seri Kuala Lobam memulangkan siswanya.

Kepala SDIT An Nahl Seri Kuala Lobam, Subhan membenarkan, pihaknya memulangkan siswa karena kabut asap yang pekat.

“Mereka kita pulangkan untuk belajar di rumah, bukan libur. Anak-anak tetap diberi tugas yang akan di share via WA grup kelas,” kata dia.

Di sisi lain, agar anak-anak mengurangi aktivitas luar ruangan.

Kebijakan memulangkan siswa ini juga diambil karena sudah ada beberapa siswa yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap.

“Sudah ada sebagian yang mulai sesak napas,” kata dia.

Pantauan Batam Pos di lapangan, langkah sejumlah orangtua yang hendak mengantarkan anaknya ke sekolah terhenti di jalan masuk ke sekolah karena terhadang kabut asap yang sangat tebal. (met)