Peristiwa

Curiga Perut Anak Membesar, Ternyata Remaja Putus Sekolah di Bintan Dihamili Lelaki Beristri

Pelaku dan keluarga korban dipertemukan di kantor Polsek Bintan Timur, Kijang, belum lama ini. F.Polsek Bintan Timur untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Kasus asusila anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah hukum Kepolisian Resor (Polres) Bintan.

Kali ini, seorang remaja putus sekolah masih berusia 15 tahun, sebut saja Bunga, hamil 6 bulan akibat perbuatan lelaki beristri.

Peristiwa memilukan ini terungkap setelah ibu korban membangunkan korban dari tidurnya pada Minggu (22/9) sekitar pukul 06.00 WIB. Dia mencurigai perut anaknya yang terlihat makin membesar.

Tanpa panjang lebar, ibu korban langsung mendesak korban untuk terbuka atas apa yang terjadi pada korban.

“Kamu hamil ya nak,” kata Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Ipda Fajri Firmansyah menirukan ibu Desi, Kamis (26/9).

Bukannya membalas, korban justru tertunduk dan tidak berkutik. Dia malah memilih menangis. Ibu korban kembali memburu korban dengan pertanyaan yang serupa.

Kali ini, korban tak berdaya menyembunyikan apa yang berlaku pada dirinya. Dia akhirnya mengaku telah hamil dengan usia kandungan sekitar 6 bulan.

Ibu korban menanyakan kepada korban, siapa yang menghamilinya?

“Bang K (inisial pelaku) mak,” kata Fajri menirukan.

Ibu korban beranjak meninggalkan rumahnya di Km 23 arah Kijang untuk menemui lelaki berinisial K di rumahnya di Kijang, Kecamatan Bintan Timur.

“Jadi ibunya langsung menanyakan ke pelaku K tadi. Dan si pelaku K mengaku telah menghamili korban,” kata dia.

Dasar pengakuan korban dan pelaku, ibunya melaporkan kejadian ini ke kantor polisi.

“Kita amankan pelakunya di Kijang, yang ternyata sudah beristri,” kata ia. Saat ini pelaku telah dijebloskan ke sel tahanan.

Sedangkan korban, lanjut ia, telah dilakukan visum di rumah sakit. Hasilnya korban telah hamil sekitar 6 bulan.

“Korban mengaku kalau mereka pacaran dan dia tidak pernah melakukan dengan siapa pun, selain dengan pelaku K,” kata dia.

Atas perbuatan ini, pelaku disanksi Pasal 81 ayat 2 Undang-Undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. (met)