Kabar Pemkab

Kemenag Bintan Kumpulkan Tokoh Agama

Jadi Penyejuk Konflik Agama, Suku dan Perbedaan

Sambutan Wabup Bintan, Dalmasri Syam dalam pertemuan tokoh lintas agama di Kantor Kemenag Bintan, Kecamatan Toapaya, Bintan, Kamis (26/9). F.Dinas Kominfo Bintan untuk Batam Pos

PRO PINANG – Sejumlah tokoh lintas agama menghadiri pertemuan yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) Bintan dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bintan.

Pertemuan membahas harmonisasi kehidupan beragama dan bermasyarakat di Kabupaten Bintan digelar di aula kantor Kemenag Bintan jalan Tata Bumi, Ceruk Ijuk, Kecamatan Toapaya, Bintan pada Kamis (26/9) sekitar pukul 08.30 WIB.

Kegiatan diikuti 45 orang tokoh lintas agama dan dibuka oleh Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam.

Dalmasri menyampaikan, setiap tokoh agama memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. Tidak disangsikan keberadaan tokoh agama menjadi sebuah kebutuhan di tengah-tengah masyarakat.

Ia juga menyampaikan, harmonisasi kehidupan beragama dan bermasyarakat di Kabupaten bintan tidak bisa terwujud tanpa ada kebersamaan.

Karenanya, Pemkab Bintan melalui Kementerian Agama Bintan, terus melakukan koordinasi dan menggelar berbagai pertemuan yang melibatkan tokoh agama, tokoh massyarakat serta pimpinan Ormas Keagamaan.

Tujuan agar segala bentuk persoalan yang mengarah kepada perpecahan maupun konflik dapat dinetralisir sedini mungkin.

“Kami mengajak para Tokoh Lintas Agama dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersamaan dan keutuhan sesama anak bangsa,” kata dia.

Segala ujaran negatif, perilaku dan sikap yang bisa menimbulkan luka bagi sesama saudara, harus kita hindari.

Kondisi saat ini, persoalan kehidupan beragama dan bermasyarakat telah mengalami dinamika yang cukup menyita perhatian. Berbagai wilayah di tanah air, marak terjadi benturan dan konflik.

Ia berharap jangan sampai hal seperti ini terjadi di Kabupaten Bintan.

“Seluruh elemen baik dari tokoh agama, tokoh masyarakat serta pemerintah haruslah menjadi perangkai, penjalin, dan perajut tenun kebangsaan kita,” pintanya.

Ia juga mengharapkan, pertemuan ini membuat semua pihak semakin berperan aktif menjaga dan menyejukkan masyarakat dari konflik agama, suku dan perbedaan lainnya.(met)