Metro Bintan

Pengunjung Keluhkan Air Tak Mengalir, RSUD EHD Tanjunguban Beli 10 Tangki Air Tiap Hari

RSUD Engku Haji Daud (EHD) Provinsi Kepri. F.Istimewa

PRO BINTAN – Pengunjung RSUD Engku Haji Daud (EHD), Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di Tanjunguban kembali mengeluhkan pelayanan di rumah sakit tersebut.

Pasalnya, sudah lebih 24 jam air bersih di sejumlah fasilitas yang ada di rumah sakit tidak mengalir.

Seorang pengunjung RSUD EHD Tanjunguban, Hadi mengatakan, air bersih tidak mengalir di sejumlah fasilitas yang ada di rumah sakit.

“Tak ada air bersih. Sudah 24 jam lebih, bahkan menurut keluarga pasien di sana air bersih tidak mengalir sampai 36 jam. Kemarin Jumat cuma mengalir sebentar,” kata ia.

Sementara itu, Direktur RSUD EHD Provinsi Kepri di Tanjunguban, dr Kurniakin tidak membantah hal ini.

“Oh sudah kok, sudah mengalir,” kata ia saat dihubungi Batam Pos, Minggu (29/9) sore.

Dia mengatakan, air sumur yang ada di rumah sakit sudah mengering.

“Airnya (sumur) kering, dibeli dulu pakai (lori) tangki, diisi dulu,” kata ia.

Kondisi kemarau ini membuat pihak rumah sakit terpaksa membeli air bersih. Tiap hari pihak rumah sakit membeli air bersih dari 10 lori tangki.

“Saya kurang tau pasti kebutuhan air bersih di rumah sakit, mungkin kalau 10 tangki 1 hari, kalau sebulan berapa tu. Ya kebutuhan kita emang segitu 10 tangki air sehari,” kata ia.

Dia mengatakan, semua sumur yang ada di rumah sakit sudah mengering. Ada sekitar 8 sumur yang biasa menjadi sumber air bersih untuk kebutuhan harian rumah sakit, namun saat ini kondisinya mengering.

“Emang kemaraunya parah, sampai berapa banyak sumur sudah kering. Ada 8 sumur kayaknya kering apalagi letaknya di bukit. Tanah punya PT. SBP, mau bikin (sumur) lagi di mana,” kata ia.

“(RSUD) Batu 8 (Kepri di Tanjungpinang) juga beli kan air,” katanya.

Ia juga berharap semua pihak dapat menghemat penggunaan air.

“Yang penting penggunaan airnya bener. Jangan berapapun diisi, bisa jebollah,” kata ia.

Senin (30/9), dia akan mengevaluasi ulang terkait apa masalah dan solusinya bersama stafnya.

“Mungkin kita akan minta bantuan ke Pemda ya, mobil tangki di sini,” kata ia. (met)