Peristiwa

Warga Kawal Digegerkan Temuan Tengkorak dan Tulang Manusia

Diduga Kakek Saleh, Penghuni Rumah Bahagia Bintan yang Hilang Januari 2019

Polisi bersama warga ketika mengevakuasi tengkorak dan tulang belulang manusia di hutan Kampung Karang Rejo RT 03 RW 05, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan pada Kamis (3/10) sekitar pukul 16.00 WIB. F.Polsek Gunung Kijang untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Sejumlah warga Kawal digegerkan penemuan tengkorak dan tulang belulang manusia di hutan Kampung Karang Rejo RT 03 RW 05, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan pada Kamis (3/10) sekitar pukul 16.00 WIB.

Peristiwa ini akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian.

Kejadian bermula saat Arahab bersama temannya mencari tapal batas lahan di hutan. Sudah sejam mencari, mereka belum menemukan tapal batas lahan.

Akhirnya sembari menebas ranting, mereka menemukan tengkorak dan tulang belulang manusia.

Plt Kapolsek Gunung Kijang, Iptu Ngatno mengatakan, setelah menerima informasi tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Bintan.

“Lokasi penemuan dari jalan raya sekitar 1,5 jam. Kita melakukan olah TKP sampai menjelang Magrib,” kata ia.

Dikatakan ia, tengkorak dan tulang belulang manusia ditemukan berantakan dan terpisah jauh.

“Diduga sudah menjadi makanan hewan di dalam hutan,” kata ia.

Sekitar lokasi, pihaknya juga menemukan celana dan baju. Kemudian tim mengevakuasi tengkorak dan tulang belulang manusia itu ke Rumah Sakit Umum Provinsi di Tanjungpinang.

Seorang pengurus Rumah Bahagia Bintan menunjukkan kursi yang biasa digunakan Kakek Saleh sebelum hilang pada Januari 2019. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

“Jumat siang tengkorak dan tulang belulang yang ditemukan sudah dibawa ke RS Bhayangkara di Batam untuk uji forensi dan tes DNA,” kata ia.

Sementara itu, Kepolisian juga sempat mencurigai bahwa tengkorak dan tulang belulang yang hilang merupakan warga penghuni Rumah Bahagia Bintan bernama Saleh, 70, yang dikabarkan hilang sejak Januari 2019.

“Kalau berdasarkan baju dan celana yang ditemukan mirip dengan warga penghuni Rumah Bahagia Bintan yang hilang,” kata Ketua setempat, Udin.

Said, pegawai Rumah Bahagia Bintan juga meyakini bahwa tengkorak dan tulang belulang manusia yang ditemukan ialah kakek Saleh. Karena celana dan kaos yang digunakan sama persis dengan yang digunakan Kakek Saleh terakhir.

“Kaos warna biru dan celana kebiruan,” kata ia yang ikut berada di lokasi ketika tengkorak dan tulang belulang ditemukan.

Sementara Sekretaris Yayasan Rumah Bahagia Bintan, Mariani mengatakan, kakeh Saleh masuk ke rumah Bahagia Bintan pada Oktober 2018 dan dimasukkan oleh ketua RT, Udin.

“Kakek Saleh itu kebiasaanya jalan-jalan di luar. Sampailah pada suatu hari, dia mulai pikun sampai akhirnya hilang,” kata dia.

Namun, dia belum bisa memastikan bahwa tengkorak dan tulang belulang yang ditemukan ialah Kakek Saleh.

“Saya serahkan ke pihak kepolisian untuk mengungkapnya,” kata dia. (met)