Peristiwa

Warga Keluhkan Premium Sering Kosong di SPBU

Antrean kendaraan saat membeli BBM di SPBU Km 16 Toapaya, Senin (7/10). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar bahkan pertalite di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bintan kerap mengalami kekosongan.

Seperti di SPBU Kilometer 16, Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya, Bintan.

Diduga kekosongan ini dikarenakan terbatasnya pasokan BBM dan dugaan ulah pelangsir.

Akibat kejadian ini, membuat harga premiumĀ  salah satunya di tingkat eceran melambung.

Pantauan di lapangan, harga premium di SPBU biasanya berkisar Rp 6.500 per liter. Sedangkan di tingkat pengecer, bila biasanya harga premium ukuran 1,5 liter dijual berkisar Rp 12 hingga Rp 13 ribu. Namun sudah berkisar Rp 15 ribu per 1,5 liter.

Warga Toapaya, Alex mengatakan, saat ini pasokan premium susah didapat, belum lagi dia harus mengantre cukup lama untuk mendapatkan premium dengan harga resmi di SPBU.

Akhirnya dia memilih untuk membeli premium eceran di kios yang menjual premium dalam botolan.

“Ya terasa sekali, karena harus membeli bensin botolan akibat bensin di SPBU sering kosong. Sehari bisa habis sampai 2 botol kalau di SPBU lagi kosong,” kata dia.

Warga lainnya, Wagino mengatakan, kekosongan premium bisa disebabkan ulah pelansir.

“Kalau mereka bolak-balik isi pakai jeriken, ya tentu habisla bensin di SPBU. Apalagi jumlahnya bukan 1 orang saja, tapi banyak,” kata dia.

Pengawas SPBU di Km 16 Toapaya, Deni mengatakan bahwa pasokan BBM, diantaranya premium dibatasi. Biasanya premium yang dikirim berkisar 24 Kiloliter (Kl) namun saat ini hanya 8 Kl.

“Kalau sudah dikurangi, siang biasanya sudah habis,” kata dia memperkirakan kondisi ini sampai akhir tahun. (met)