Metro Bintan

Antrean Kendaraan Masih Mengular di SPBU Km 16

Kendaraan yang mengantre mengular di SPBU Km 16 Toapaya, Rabu (9/10) pagi. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Antrean kendaraan masih mengular di SPBU Kilometer (Km) 16 Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya, Bintan pada Rabu (9/10) pagi.

Bahkan antrean kendaraan sampai ke jalan raya Kantor Bawaslu Kabupaten Bintan yang berada di Km 16 Desa Toapaya.

Seorang sopir pikap, Rudi mengatakan pemandangan antrean kendaraan yang mengular di SPBU Km 16 Toapaya sudah menjadi pemandangan yang biasa setiap hari.

“Ya harus antre lama, jadi tidak bisa anter barang ke toko,” katanya.

Dia tidak memungkiri adanya aktivitas pelansir yang bolak balik mengisi bahan bakar minyak jenis solar bersubsidi di sejumlah SPBU.

Namun, dirinya tidak bisa berbuat banyak selain berharap adanya peran pemerintah dan aparat kepolisian.

Sopir mobil box, Yono juga mengeluhkan hal serupa. Ia mengatakan, antrean kendaraan sudah menjadi pemandangan setiap hari bukan hanya di SPBU Km 16 melainkan di merata SPBU baik yang ada di Kijang, Tanjungpinang dan Batam.

“Jelas menghambat pekerjaan mengantar barang, karena harus antre di SPBU,” ujarnya.

Pengawas SPBU Km 16 Toapaya, Deni mengatakan, untuk solar subsidi biasanya dianter sebelum sekitar pukul 10.00 WIB.
Nah, sebelum solar datang di SPBU, antrean kendaraan sudah mengular.

Dia mengatakan, untuk solar subsidi setiap hari ada. Hanya mobil tangki yang mendistribusikan solar tidak selalu datangnya pagi. Terkadang siang atau sore.

Kendaraan yang mengantre mengular di SPBU Km 16 Toapaya, Rabu (9/10) pagi. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

“Tripnya gantian dengan SPBU lainnya. Tidak bisa kita terus yang minta diantar pagi,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, untuk solar dan premium didistribusikan dari Terminal BBM Kijang. Sedangkan bahan bakar minyak lainnya seperti Pertamax, Dexlite dan Pertalite didistribusikan dari Tanjunguban.

Dia juga mengakui bahwa stok bbm yang tersedia memang cepat habis. Hal ini menurut ia karena jalur SPBU ini merupakan jalur lintas antar daerah.

Kemudian juga jalur pariwisata sehingga banyak angkutan pariwisata yang berbahan bakar solar mengisi di SPBU ini.

Untuk diketahui bahwa pasokan solar yang dikirim per hari mencapai 10 ton untuk hari Senin dan Sabtu. Sedangkan hari lain berkisar 8 ton.

Sementara kuota premium biasanya 24 KL, saat ini hanya dikirim 8 KL.

“Karena jumlahnya segitu, tak heran cepat habis. Makanya masyarakat beli ke pengecer,” ucapnya.

Kapolres Bintan, AKBP Boy Herlambang mengatakan, dirinya sudah memerintahkan jajarannya untuk melakukan patroli mobile ke sejumlah SPBU yang ada di Kabupaten Bintan.

“Kalau ada kemacetan di jalan raya akibat antrean kendaraan yang mengisi bahan bakar, saya sudah minta ke jajaran untuk turun membantu arus lalu lintas agar tidak menganggu lainnya,” tutupnya. (met)