Metro Bintan

Peternak Babi Diminta Waspadai Penyakit ASF

Pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan memeriksa kandang babi di Kecamatan Teluk Sebong sebagai langkah mewaspadai penyakit ASF yang menyerang hewan babi, Kamis (10/10). F. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan meminta peternak babi untuk mewaspadai penyakit African Swine Fever (ASF) atau virus yang menyerang babi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan, Khairul melalui Kasi Kesehatan Hewan DKPP Kabupaten Bintan, drh Iwan Berri Prima mengatakan, saat ini virus yang menyerang babi telah membuat pemerintah Tiongkok dan Korea Selatan menetapkan negara tersebut darurat nasional sehingga harus segera dikendalikan.

Bahkan beberapa negara antara lain Myanmar, Vietnam, Timor Leste dan Kamboja telah diserang penyakit ini.

“Kalau di Tiongkok dan Korsel angka kematian ternak babi sangat masif,” kata ia.

Oleh karena itu, ia mengatakan, DKPP Kabupaten Bintan melakukan pemeriksaan ke kandang babi di tingkat peternak babi yang ada di Kabupaten Bintan pada Kamis (10/10).

“Virus yang menyerang babi ini harus diwaspadai meskipun peternakan babi di Kabupaten Bintan tidak sebesar di daerah lainnya,” kata ia.

Setelah dilakukan pemeriksaan di kandang babi di tingkat peternak, ia menjelaskan, sejauh ini peternakan babi di Kabupaten Bintan masih aman dari penyakit ASF.

Adapun peternakan babi di Kabupaten Bintan berada di wilayah Kecamatan Gunung Kijang, Bintan Timur dan Toapaya dengan jumlah lebih kurang 1.024 ekor. (met)