Peristiwa

Polisi Bekuk Pencuri Spesialis Baterai Aki, Seorang Pencuri Gagal Menikah

Dua pelaku pencuri spesialis baterai aki diamankan bersama barang buktinya saat diekspos di markas Polsek Bintan Utara, Senin (14/10) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Kepolisian Sektor (Polsek) Bintan Utara berhasil mengungkap kasus pencurian spesialis baterai aki  pada lori, loder dan kobe di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara.

Dua orang pelaku bernama Imran Saputra, 26, dan Agustisnus Siregar, 25, diamankan di jalan raya tidak jauh dari Kantor Camat Bintan Utara, Tanjunguban, Minggu (13/10) sekitar pukul 07.30 WIB.

Agustinus mengatakan, awalnya ia mencuri seorang diri. Dia mulai mencuri pada Maret 2019.

“Saya mencuri untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja. Upah saya dari bekerja sebagai buruh bangunan tidak cukup,” kata warga Perumahan Lobam Bestari, Kecamatan Seri Kuala Lobam.

Ia tidak ingat sudah berapa kali mencuri baterai aki karena sudah keseringan.

Namun, dua kali terakhir mencuri baterai aki, ia lakukan bersama rekannya, Imran, yang dikenal saat masih bersama-sama bekerja di perusahaan galangan kapal di Kawasan Industri Bintan, Lobam.

“Ia (Imran) datang ke saya minta kerjaan buat menambah penghasilan, Desember nanti ia mau menikah sama pacarnya,” kata Agustinus.

Ia mengatakan, awalnya sama sekali tidak menceritakan pekerjaannya. Terus menerus mendengar keluhan Imran, akhirnya ia buka suara.

“Ia tau saya kerja mencuri baterai aki, saya tidak mengajaknya. Ia mencuri karena kemauan sendiri,” kata ia.

Sementara itu, Imran mengatakan, ia nekat melakukannya karena upahnya sebagai buruh bangunan tidak lancar.

“Iya tak lancar bayarannya. Kalau pun bayarannya lancar, buat tabungan menikah Desember nanti. Kalau uang hasil mencuri buat kebutuhan sehari-hari,” kata ia.

Dengan masuknya ia ke sel, ia mengatakan menyesal karena gagal menikah.

“Ya menyesal. Calon istri saya sudah melihat saya di sini. Tadinya ia ingin melaporkan kehilangan saya karena sudah beberapa hari tidak ketemuan. Ternyata ia melihat motor saya di kantor polisi, ketahuanlah kalau saya ditangkap,” kata ia menambahkan pupus rencananya bersanding dengan kekasih hatinya di pelaminan.

Bagaimana modus mereka beraksi? Agustinus menjelaskan, ia biasanya melihat alat berat yang menganggur pada pagi hari. Setelah itu, ia beraksi malamnya.

“Subuh saya beraksi,” kata ia. Barang hasil curian, kemudian mereka jual.  Lalu kenapa setiap beraksi membawa parang? Ia menjelaskan parang itu untuk memudahkan pekerjaanya mengambil baterai aki.

“Tidak, tidak ada niat untuk melukai orang,” kata ia.

Kapolsek Bintan Utara, Kompol Arbaridi Jumhur melalui Kanit Reskrim, Iptu Nasrun Sembiring mengatakan, awalnya beberapa korban melaporkan kehilangan baterai aki baik dari lori dan alat berat.

Menindaklanjuti laporan itu, pihaknya mencurigai gelagat kedua pelaku yang hendak menjual barang hasil curian ke pengepul barang bekas.

“Saat itu, kita cegat mereka dan kita periksa. Awalnya mereka mengelak, kalau baterai aki itu didapat dari pompong nelayan di Berakit, namun setelah dicek tidak benar,” kata ia.

Akhirnya kedua pelaku diamankan dan digelandang ke markas Polsek Bintan Timur.

Setelah diinterogasi, ia mengatakan, sudah mencuri baterai aki diantaranya di mencuri baterai aki alat berat sebanyak dua kali di dekat Perumahan Citra Onix, samping Rumah Makan Sederhana sudah dua kali, samping Pekong dua kali.

“Terus di bawah masjid Baitul Makmur dan di depan dan dekat gudang Panjang,” kata ia menambahkan total baterai aki yang dicuri sekitar 24 unit baterai aki dan sebilah parang serta dua unit sepeda motor merek Yamaha Mio dan Suzuki Shogun.

Dengan kejadian ini, kedua pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman 7 tahun kurungan penjara. (met)