Peristiwa

Kerugian Negara Rp 280 juta, Kades Kukup, Tambelan di Bintan Baru Kembalikan Rp 50 juta

Kades Kukup, Hadran Ahmad (paling kanan) dan Pj Kades Kukup Jerry Nauli Siregar mengembalikan uang kerugian negara di aula markas Polres Bintan, Senin (14/10). F.Polres Bintan untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Kepala Desa (Kades) Kukup, Kecamatan Tambelan, Hadran Ahmad telah mengembalikan uang kerugian negara atas dugaan tindak pidana korupsi anggaran dana desa dan alokasi dana desa di Desa Kukup Kecamatan Tambelan, Bintan tahun anggaran 2016.

Dari total kerugian negara lebih dari Rp 280 juta, Hadran Ahmad baru mengembalikan sekitar Rp 50 juta.

Selain Hadran, Pj Kades Kukup Jerry Nauli Siregar yang menjabat sebelum Hadran juga diwajibkan mengembalikan uang kerugian negara yang ditimbulkannya ketika menjabat sebagai Pj Kades dengan jumlah sekitar Rp 26 juta lebih.

Pengembalian uang kerugian negara berlangsung di aula markas Kepolisian Resor Bintan pada Senin (14/10) sekitar pukul 14.00 WIB.

Hadir pada saat itu Kades Kukup Hadran Ahmad dan Pj Kades Kukup Jerry Nauli Siregar serta Kepala Inspektorat Bintan R.M Akib serta pihak Bank Riau Kepri.

Kapolres Bintan, AKBP Boy Herlambang menjelaskan, penanganan kasus dugaan korupsi Desa Kukup tahun anggaran 2016 telah dilakukan penyelidikan.

Dalam prosesnya, penyidik menemukan kerugian negara dalam pengelolaan anggaran baik dana desa maupun alokasi dana desa.

Dikarenakan adanya memorandum of understanding (mou) antara Kemendagri, Kejaksaan RI dan Polri, makanya kasus ini kemudian diserahkan ke Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dalam hal ini Inspektorat Kabupaten Bintan.

“Kita serahkan ke APIP,” kata ia ditemui di markas Polres Bintan, Selasa (15/10).

Setelah dilakukan pembinaan di APIP, akhirnya keduanya bersedia mengembalikan uang kerugian negara.

Dia menjelaskan, Hadran Ahmad dalam pengelolaan anggaran desa di Desa Kukup diketahui menimbulkan kerugian negara sekitar Rp 280 juta lebih.

Sedangkan Pj Jerry yang menjabat sebelum Hadran telah menimbulkan kerugian negara mencapai Rp 26 juta lebih.

“Kalau yang Pj Jerry telah mengembalikan semua uang kerugian negara, sedangkan Kades Hadran baru Rp 50 juta,” kata ia.

Ia mengatakan, berdasarkan ketentuan pengembalian uang kerugian negara diberikan waktu sampai dengan 60 hari.

“Kita kasih batas sampai pertengahan November, kalau tidak dikembalikan semua kerugian negara maka proses hukumnya akan dilanjutkan,” kata ia. (met)