Peristiwa

9 Bulan, RSUD Bintan Tangani 173 Penderita ISPA

Untuk mengantisipasi ISPA akibat kabut asap, Polsek bersama Puskesmas membagikan masker beberapa waktu lalu. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – RSUD Kabupaten Bintan mencatat telah menangani 173 orang pasien yang menderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) selama 9 bulan.

Humas RSUD Kabupaten Bintan, drg Toni Masruri mengatakan, jumlah pasien yang menderita ISPA paling banyak ditangani di bulan Juni dan Juli 2019. Karena pada bulan tersebut, banyak terjadi kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap.

Pada bulan Juni, jumlah pasien ISPA yang ditangani sebanyak 20 orang. Sedangkan di bulan Juli meningkat menjadi 38 orang pasien.

Sementara pada bulan Agustus, jumlah pasien yang ditangani baik rawat inap maupun masuk melalui IGD sebanyak 33 orang pasien.

Baru kemudian di bulan September menurun menjadi 29 orang pasien yang ditangani.

Dia menjelaskan, ISPA ini disebabkan karena adanya inspeksi gangguan pernapasan sehingga menimbulkan gejala batuk, pilek disertai demam. ISPA juga dapat menimbulkan peradangan pada saluran pernapasan misalkan pada hidung hingga paru-paru.

Tidak heran, menurut ia, ISPA mudah menular tanpa melihat usia baik anak-anak, orang dewasa dan orangtua.

Kendati demikian, ISPA dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan antibiotik meskipun ada kalanya penderita ISPA mesti memeriksakan dirinya ke dokter. (met)