Peristiwa

DBD di Bintan, 195 Orang Terjangkit, 3 Orang Meninggal Dunia

Januari sampai September 2019

Ilustrasi

PRO BINTAN – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bintan terus menghantui. Terlebih memasuki musim hujan belakangan ini.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bintan menyatakan mukai Januari sampai September 2019 korban terjangkit DBD di Kabupaten Bintan mencapai 195 orang sedangkan korban meninggal dunia tercatat 3 orang.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bintan, drg Euis Herawati mengatakan, dari data rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Bintan, terangkum bahwa 195 orang terjangkit DBD selama Januari sampai September 2019. Dari jumlah itu, masih katanya sudah ada tiga orang meninggal dunia.

Dari 195 orang yang terjangkit DBD, ia menyebut, DBD paling banyak menjangkiti anak-anak karena daya imunnya masih belum kuat kendati usia remaja dan dewasa ada juga yang terjangkit DBD.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Bintan, dr Gama AF Isnaeni mengatakan, kasus DBD terus menjadi perhatian pihaknya karena masih banyak warga yang terjangkit dan umumnya DBD sering menyerang warga di pemukiman padat penduduk.

Dia mengatakan, sebenarnya berbagai upaya telah dilakukan Dinkes Bintan mulai mengimbau warga yang untuk melakukan pola hidup sehat dan menjaga lingkungan dengan bersih.

Selain itu, mengimbau warga untuk melakukan 3 M plus yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan dan mengubur tempat yang tidak dipakai seperti ban bekas, botol, kaleng dan lainnya sehingga tidak menjadikan wadah berkembangnya nyamuk pembawa DBD.

Selain itu, Dinkes juga melakukan sosialisasi gerakan jumantik (juru pemantau jentik) dimana 1 rumah 1 jumantik. Namun program ini menurut ia, kurang maksimal sehingga pihaknya akan membentuk petugas khusus jumantik.

“Petugas jumantik ini akan dilatih oleh petugas puskesmas sehingga sebelum menjalankan tugasnya terarah dalam memantau dan melakukan pemberantasan sarang tempat berkembangbiak nyamuk,” kata ia. (met)