Peristiwa

UPTD Damkar Toapaya Catat 164 Titik Karhutla

Selama Januari hingga September 2019

Rapat evaluasi UPTD Damkar Toapaya digelar di kantornya, Kamis (17/10). F.UPTD Damkar Toapaya untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Damkar Toapaya wilayah kerja meliputi Kecamatan Toapaya, Gunung Kijang dan Teluk Bintan mencatat jumlah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah kerjanya sekitar 164 titik karhutla.

“164 titik karhutla selama Januari sampai September 2019,” ungkap Kepala UPTD Damkar Toapaya, Nurwendi seusai rapat evaluasi kerja triwulan bersama jajarannya di kantor UPTD Damkar Toapaya di Kecamatan Toapaya, Kamis (17/10).

Ia menjelaskan, karhutla yang terjadi sebagian besar disebabkan karena kelalaian masyarakat yang membuka lahan dengan cara dibakar.

Namun, setelah dibakar tidak diawasi alias luput pengawasan sehingga api merembet ke lahan lainnya dan menimbulkan kebakaran dalam skala besar.

“Lahan yang terbakar selama Januari sampai September lebih kurang ratusan hektare lahan,” ujar ia memperkirakan.

Dalam rapat evaluasi kerja triwulan ini juga, ia menyatakan, pihaknya mengevaluasi kinerja Damkar Toapaya.

Kendati jumlah personel terbatas, namun personel UPTD Damkar Toapaya tetap semangat dan siap siaga dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan ke depannya.

“Jumlah personel kita cuma 10 orang dibagi tiga shift. Shift pagi dan malam. Shift satu lagi off siaga namun tiga personel ini yang jaga di pos,” kata ia.

Keterbatasan lainnya, menurut ia, alat penunjang kerja yang minim seperti selang safty pengaman, sepatu, baju filter jaket, masker, helm.

“Semua terbatas, namun kita tetap semangat bekerja,” kata ia. Rapat evaluasi dilakukan pertriwulan ini, kata ia, tanpa menggunakan anggaran APBD Bintan, dalam hal ini di pos anggaran BPBD Bintan.

“Ini kebijakan kita saja, untuk menjaga semangat anggota dan mengevaluasi kinerja kita dalam menjalankan tugas memadamkan api,” kata ia. (met)