Ragam

Drama dan Pertumpahan Darah dalam Perempuan Tanah Jahanam

Film Perempuan Tanah Jahanam. (net)

PRO BINTAN – Joko Anwar kembali unjuk gigi dengan film horor terbarunya, Perempuan Tanah Jahanam. Lagi-lagi karyanya memberikan teror dan bikin penonton deg-degan sepanjang film.

Maya (Tara Basro) jatuh miskin. Setelah keluar dari pekerjaannya sebagai penjaga pintu tol dan gagal berbisnis pakaian, dia bingung bagaimana hendak melanjutkan hidup. Suatu ketika, Maya mendapat kabar bahwa dirinya memiliki keluarga kaya raya di sebuah desa. Keluarga yang tidak pernah dia temui, yang kabarnya meninggalkan warisan untuknya.

Dikendalikan keinginan untuk mendapat warisan, Maya dan sahabatnya, Dini (Marissa Anita), pergi ke desa tersebut. Namun, di sana, bukan warisan dan kekayaan yang menanti mereka. Penduduk desa ternyata sudah menunggu Maya untuk dibunuh. Mereka yakin, dengan membunuh Maya, kutukan gaib yang menyerang bayi-bayi di desa itu bisa lenyap.

Perempuan Tanah Jahanam lebih banyak memberikan unsur thriller atau slasher ketimbang horor. Unsur horor yang berupa hantu, hal-hal mistis, dan kutukan gaib tetap ada. Namun, itu digunakan sebagai pengisi dan penyambung cerita. Selebihnya, bakal ada pertumpahan darah dan adegan sadis yang dilakukan seorang pembunuh.

Menurut Joko Anwar, dengan lebih banyak mengangkat unsur slasher dengan pembunuh, film akan semakin mencekam. “Yang bikin takut kan sebenarnya orang jahat, bukan hantu,” kata pria yang juga menulis naskah Perempuan Tanah Jahanam tersebut. Saking intensnya, film itu akan membuat berdebar-debar.

Kali ini, sutradara Gundala tersebut kembali mengangkat tema keluarga. “Lewat film ini, saya mau mengajukan pertanyaan. Tahu nggak sih siapa keluarga kita sebenarnya,” ujar Joko yang mulai menggarap ide cerita pada 2009.

Selama film diputar, penonton hanya diberi sedikit ruang untuk lega. Dari awal, ketegangan dimulai lewat adegan upaya pembunuhan. Mulai ke tengah film sampai akhir, terornya makin terasa kuat. Sampai bikin merinding.

Soal akting, para cast memberikan penampilan terbaik. Tara Basro, misalnya. Dia mengakui, itu adalah film pertamanya yang berdarah-darah. Juga, lebih melelahkan daripada film-film sebelumnya. “Set dan ceritanya memang lebih menantang, apalagi saya penakut. Untung, Bang Joko ngarahin dan membimbing banget,” ungkapnya.

Christine Hakim yang memerankan Nyi Misni, tokoh antagonis, juga berhasil menunjukkan sisi lainnya. Penampilan Christine di film itu bikin penonton makin kagum dengan keahliannya berakting. “Sebagai aktris, saya percaya sepenuhnya saat diarahkan Joko,” ucapnya.

Secara keseluruhan, Perempuan Tanah Jahanam akan memberikan teror yang berlatar belakang budaya Jawa. Mistis dan tegang, sekaligus penuh drama dan emosi. Reuni keluarga yang seharusnya membahagiakan justru membawa petaka. Bagi yang ingin menyaksikan drama keluarga dengan sentuhan horor dan darah, film itu cocok ditonton. Tapi, siap-siap tak bisa bernapas saking intensnya! (len/c18/jan)