Olahraga

Radrizzani Tarik Kembali Ucapannya

ilustrasi

PRO BINTAN – Pemilik Leeds United Andrea Radrizzani punya mimpi besar. Leeds bisa bersaing dengan juara Premier League dua musim berturut Manchester City. Untuk mewujudkan mimpi tersebut pebisnis asal Italia itu membuka tawaran investasi dari berbagai pihak.

Pada Senin (14/10) lalu Radrizzani dalam wawancara dengan The Times mempertimbangkan tawaran investasi dari tiga pihak. Tiga nama investor ini merupakan hasil filter Radrizzani dari jumlah semula sebanyak 20 investor.

Pertama dari  Qatar Sports Investment (QSI). Kebetulan chairman QSI Nasser Al-Khelaifi adalah rekan Radrizzani. Kedua dari owner perusahaan di Amerika Serikat yang juga fans Leeds. Ketiga seorang pemilik klub di Italia.

Hanya berjarak tiga hari, Radrizzani mengkoreksi lagi ucapannya. Seperti diberitakan Daily Mail, pebisnis 45 tahun itu mengatakan tak sedang bergerilya mencari investor tambahan. “Klub ini menarik minat banyak investor setelah apa yang terjadi di klub ini dua atau tiga tahun belakangan,” kata Radrizzani.

Dalam perayaan seabad Leeds yang jatuh kemarin Radrizzani menegaskan sejak kedatangan dirinya The Whites mengalami perbaikan di banyak bidang. Pemain, pelatih, deretan sponsor, sampai pengelolaan klub yang lebih baik. “Pemasukan kami mendekati GBP 50 juta (Rp 897,95 miliar) tahun ini,” ujar Radrizzani.

Meski sudah meralat pernyataan jika butuh investor, dalam analisis Express koreksi itu sebetulnya malah menegaskan kalau Leeds bisa bersaing di papan atas Premier League. Meski saat ini masih berkompetisi di Championship namun sejak tahun lalu Leeds menjadi tim yang kompetitif.

“Apalagi di Leeds ada pelatih yang merupakan ‘guru’ pelatih City Pep Guardiola yakni Marcelo Bielsa. Bahkan era Bielsa di Leeds ini menjadi sangat menarik dan menjadi satu bagian besar di klub setelah tertidur hampir dua dekade,” tulis Express.

Leeds bukan satu-satunya klub yang mencari investor baru. Klub Premier League Newcastle United kabarnya juga akan dibeli eks chief executive Chelsea Peter Kenyon. Namun menurut Sport Bible pemilik Newcastle saat ini Mike Ashley belum akan melepasnya.

“Ketertarikan Kenyon sudah sejak September 2018 dan setahun berlalu tak ada terlalu banyak kemajuan berarti atas kabar itu. Lagipula keduanya tak menyepakati harga untuk pengambilalihan saham,” tulis Sport Bible.

Sementara itu, di kancah Serie A Sampdoria gagal memiliki pemilik baru. Konsorsium bisnis eks pemain Sampdoria Gianluca Vialli bersama Jamie Dinan dan Alex Knaster urung membeli Il Samp karena harga yang diminta Presiden Sampdoria Massimo Ferrero sangat mahal.

Konsorsium Calcioinvest milik Vialli-Dinan-Knaster ini mundur teratur dengan harga EUR 100 juta (Rp 1,57 triliun) yang diminta Ferrero.

Lagipula menurut La Repubblica Vialli memiliki tawaran pekerjaan yang lebih menarik. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) meminta Vialli untuk mendampingi mantan rekannya yang kini jadi pelatih tim nasional Italia Roberto Mancini sebagai manajer timnas.

Setelah lolos ke Euro 2020, Presiden FIGC Gabriele Gravina sudah meminta Vialli mengurus semua kebutuhan Italia di Euro 2020. Kerja bareng keduanya sekaligus menjadi ajang reuni buat Vialli-Mancini. (dra)

 

YANG TUA, YANG MERANA

Termasuk AC Milan, tahun ini sudah ada beberapa klub Eropa lain yang bermasalah dari sektor finansialnya. Uniknya rata-rata klub-klub yang sedang merana itu sudah berumur ratusan tahun.

 

AC Milan (119 tahun)

Mencatat kerugian tertinggi dalam semusim sepanjang sejarah senilai EUR 145,9 juta (Rp 2,29 triliun).

 

Bolton Wanderers (145 tahun)

Menunggak hutang senilai GBP 25 juta (Rp 454,5 miliar). Termasuk pajak yang belum terbayar selama 16 bulan sebesar GBP 1,2 juta (Rp 21,8 miliar).

 

Bury FC (134 tahun)

Dinyatakan bangkrut setelah tak mampu melunasi total hutang yang mencapai GBP 23 juta (Rp 418,2 miliar) sampai deadline EFL akhir Agustus lalu.

 

Palermo (119 tahun)

“Dibuang” ke Serie D setelah tidak mampu melengkapi syarat administrasi dari FIGC. Palermo tak bisa menentukan investor penyandang dana sampai Juli lalu.

 

Notts County (157 tahun)

Terkena dampak dari Paragon Leisure Group sebagai owner-nya yang merugi GBP 13 juta (Rp 236,3 miliar). Notts akhirnya dijual musim ini.

 

Oestersunds FK (22 tahun)

Terancam dibangkrutkan apabila tak mampu membayar hutang pajak sebesar SEK 10 juta (Rp 14,5 miliar) sampai batas waktu 2 November.