Peristiwa

Sebelum Hilang, Mahat Tinggalkan Surat untuk Orangtuanya, Isinya Permintaan Maaf

Surat yang ditulis Mahat sebelum ia meninggalkan rumah, Sabtu (12/10) dan dinyatakan hilang sampai saat ini. F.SAR Tanjungpinang untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Sebelum hilang sejak Sabtu (12/10) lalu, Mahat, 26, warga Pulau Ladi, Desa Tembeling, Kecamatan Teluk Bintan, sempat meninggalkan surat untuk orangtuanya.

Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan SAR Tanjungpinang, Agung Satria mengatakan, surat tersebut ditulis Mahat sendiri. Pihaknya menemukan surat itu dari keluarganya.

Dalam suratnya, Mahat meminta maaf kepada orangtuanya. Ia harus pergi dan tidak pulang ke rumah.

Kepada orangtuanya juga, Mahat meminta utangnya kepada orang lain dilunasi.

Surat yang ditulis Mahat sebelum ia meninggalkan rumah, Sabtu (12/10) dan dinyatakan hilang sampai saat ini. F.SAR Tanjungpinang untuk Batam Pos.

Tak hanya itu, Mahat juga meminta maaf ke kakaknya. Dalam suratnya, Mahat juga menyampaikan sudah 1 bulan ada gangguan pada matanya yang mengikuti arah.

Menurut Mahat dalam suratnya, ini merupakan tanda-tanda roh akan keluar. Jika Mahat tidak sanggup menghadapi serangan yang dahsyat, maka roh akan pulang ke alam roh.

Diberitakan sebelumnya, Sabtu itu korban meninggalkan rumah. Ia berjalan ke kebun orangtuanya yang berjarak 1 kilometer dari rumah.

“Kalau menurut ibunya mereka sempat bertemu di jalan. Siang itu hujan sampai sore. Ibunya risau karena ia tidak pulang, akhirnya dicari sampai sekarang belum pulang,” kata Kadus Desa Tembeling, Morni. (met)