Peristiwa

Tamsir : Jika Terbukti, Oknum Guru SD Diduga Ajarkan Paham Radikalisme Terancam Dibebastugaskan

Inilah sekolah tempat oknum guru diduga mengajarkan paham radikalisme ke anak didiknya. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan telah memanggil oknum guru sekolah dasar (SD) di salah satu sekolah yang ada di Desa Tembeling, Kecamatan Teluk Bintan untuk dimintai keterangan berkenaan dugaan mengajarkan paham radikalisme ke anak didiknya.

Pemanggilan berlangsung Jumat (18/10) pagi di Kantor Dinas Pendidikan Bintan, Kompleks Kantor Bupati Bintan.

Kadis Pendidikan Bintan, Tamsir membenarkan telah memanggil oknum guru tersebut. Tidak hanya guru dimaksud, namun
kepala sekolah dan salah seorang guru di sekolah tersebut juga dimintai keterangan.

Dari pemanggilan itu, Tamsir menjelaskan bahwa, oknum guru Is mengaku tidak pernah mengajarkan paham radikalisme ke anak didiknya. Bahkan oknum guru tersebut telah mengajarkan pelajaran yang sesuai kurikulum.

“Sudah kita buatkan berita acara dan surat pernyataan. Dari kepala sekolah juga sudah kita mintai keterangan,” kata ia.

Kepala sekolah kepadanya mengaku tidak pernah mendengar oknum guru tersebut mengajarkan paham radikalisme ke anak didiknya.

“Ruangan kepala sekolah dan guru berdekatan. Kepala sekolah mengaku tidak pernah mendengar hal itu,” kata ia.

Namun demikian, ia mengatakan, keterangan oknum guru dan kepala sekolah baru keterangan sepihak. Pekan depan ia akan memanggil wali murid dan siswa untuk dimintai keterangan.

“Kita tidak tau apa mereka bersengkongkol, makanya saya akan pantau terus gerak gerik guru ini baik di sekolah dan di luar,” kata ia.

Dia juga akan meminta kerja sama pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus dugaan ini.

“Kalau memang ada ajaran tidak sesuai, ada paham tidak sesuai selama mengajar di kelas, tindakan kita membebastugaskan dari guru. Kalau saat ini karena masih dugaan, ia masih dibolehkan mengajar,” kata ia. (met)