Pariwisata

Bidik Wisman lewat Hot Deals Batam-Bintan di ITB Asia 2019

Lewat ITB Asia 2019, Kemenpar berupaya menjaring wisman untuk berkunjung ke Batam-Bintan. (kemenpar)

PRO BINTAN –  Momentum ITB Asia, 16-18 Oktober 2019 di Marina Bay Sands Singapura dioptimalkan betul oleh Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya. Program Hot Deals dan Tourism Hub ikut ditawarkan. Semua di-boosting ke seluruh industri pariwisata besar yang datang ke Paviliun Wonderful Indonesia.

“Kenapa ini ditawarkan? Alasan utamanya karena sasaran Hot Deals adalah Singaporean atau warga negara Singapura dan ekspatriat yang tinggal di Negeri Singa. Sementara target Program Tourism Hub, yakni wisman non Singaporean yang sedang atau akan berwisata di Singapura. Jadi seluruh industri besar dunia bisa masuk ke tourism hub,” kata Arief Yahya.

Dijelaskannya, dua program marketing prioritas Kemenpar itu selama ini sudah populer dan banyak di industri. Di Singapura sendiri, produknya sudah laku keras.

Hal tersebut dapat dilihat dari angka penjualan 2018. Di 2018, paket Hot Deals menggaet 688.946 kunjungan wisman. Angkanya hampir menembus 700 ribu orang. Dan di 2019 ini, datanya juga sangat positif. Hingga 11 Oktober2019, angkanya sudah 950.000 orang. “Tahun ini kita lanjutkan konsep Hot Deals dengan sasaran pasar Singaporean,” ungkap dia.

Nah, untuk pasar non Singaporean yang sudah berada di Singapura, dibuatkan program khusus dengan nama Tourism Hub. Targetnya adalah wisatawan yang sudah dan akan berkunjung di Singapura. Salah satunya, Filipinos.

Lantas bagaimana peluangnya? Terbilang tinggi. Di 2018 saja, ada 18 juta wisatawan yang masuk ke Singapura. “Itu adalah crowds wisatawan, atau pasar potensial yang sudah ngumpul. Lokasinya sangat dekat dengan Kepri,” kata Arief Yahya.

Organizing Committee Program Hot Deals Kepri, Christine Besinga yang ikut hadir di arena ITB Asia 2018 juga ikut mengamini. Menurutnya, pariwisata sangat mirip dengan bisnis telekomunikasi dan transportasi. Salah satu kesamaannya adalah, sangat dipengaruhi oleh kedekatan atau proximity. “Kedekatannya bisa jarak dan culture,,” terang Christine.

Menurutnya, Singapura bisa masuk di keduanya. Karena jaraknya sangat dekat dengan Batam dan Bintan. Keduanya bisa ditempuh 1-1,5 jam dari Singapura.

Total “ikan” yang bisa dijaring dari Singapura jadi banyak. Gabungan Singaporean dan non Singaporean bisa menghasilkan 24 juta orang. Angka tadi berpotensi sebagai pasar pariwisata Kepri dalam setahun di Singapura.

“Karena itulah Menpar Arief Yahya sering menggunakan istilah Strategi Menjaring Ikan di Kolam yang sudah banyak ikannya. Konsep inilah yang didetailkan di business gathering Famtrip Filipina, di Kota Batam,” timpal Deputi Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Dari mulai paket bundling, harga super murah, atraksi, amenitas, dan akses, semuanya tersaji lengkap. Dan semuanya ikut di-boosting travel agent, hotellier dan lapangan golf di Batam dan Bintan dengan melakukan business meeting dengan “pemain” besar dunia.

“Paketnya menggabungkan transportasi, akomodasi, atraksi. Di-bundling jadi satu, jadi sangat murah. Silakan ke Batam. Destinasinya sangat value for money,” sambung Asdep, Pemasaran I Regional I Kemenpar Desy Ruhati. (*/gun)