Nasional

Investasi Emas Makin Mengilap

ilustrasi

PRO BINTAN – Minat masyarakat berinvestasi perhiasan tidak meredup. Bahkan menunjukkan pertumbuhan signifikan. Menurut Asosiasi Pengusaha Emas Perhiasan Indonesia (APEPI), hal tersebut terjadi lantaran menabung emas adalah investasi yang paling mudah jika dibandingkan dengan bidang lainnya.

Sekretaris Jenderal APEPI Iskandar Husein menyatakan, bagi masyarakat Indonesia, perhiasan emas masih dianggap sebagai tabungan sekaligus berfungsi untuk memenuhi lifestyle. “Selain untuk nabung, emas perhiasan bisa mempercantik tampilan dan risiko kerugiannya kecil,” urainya.

Selama ini penjualan perhiasan emas dalam negeri terus menunjukkan angka positif. Pada periode Januari–Agustus 2019, penjualan perhiasan emas mencapai USD 1,47 miliar (sekitar Rp 20,7 triliun) atau naik 13 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu. Kontribusi emas Jatim ke nasional 50 persen. Menurut dia, penjualan emas akan drop jika beberapa hambatan terjadi di Indonesia. Misalnya, krisis moneter, situasi keamanan yang bergejolak, serta kenaikan harga emas secara tiba-tiba.

Pihaknya menginginkan pemerintah agar dapat memberikan berbagai kemudahan ekspor bagi pengusaha. Iskandar menerangkan, komoditas perhiasan dari Indonesia, terutama Jatim, kini mampu menembus pasar Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Hanya, ekspor ke UEA itu harus melalui Singapura lebih dulu lantaran bea masuk Singapura ke UEA 0 persen. Kalau ekspor langsung ke Dubai, Indonesia dikenai bea masuk yang cukup besar, yaitu 5 persen.

“Makanya, kami kirim dulu ke Singapura karena bea masuk ke negeri jiran tersebut hanya 2,5 persen. Permasalahan itulah yang membuat produk perhiasan kita kalah saing dengan negara lain,” katanya.

President Director PT Nafiri Jaffa Sentosa (NJS) Naomi Julia Soegianto menuturkan, pertumbuhan penjualan perhiasan emas sampai saat ini selalu stabil. Bahkan, growthnya mencapai dua kali lipat tiap tahun. “Sebab, orang-orang, terutama anak muda, memang lebih senang investasi emas,” tuturnya.

Demi terus menjaga loyalitas konsumen, NJS selalu rutin meng-update desain-desain perhiasan sesuai dengan permintaan market. Setiap bulan pihaknya selalu membuat puluhan model perhiasan baru agar konsumen tidak bosan. “Bulan ini saja ada 90 desain baru yang kami buat,” lanjutnya.

NJS juga rutin mengikuti berbagai pameran perhiasan untuk menggenjot penjualan. Dalam setahun, ada tiga pameran besar yang selalu diikuti perusahaan. Salah satunya, Surabaya Jewellery Fair 2019.

“Target kami di pameran Surabaya ini bisa meraih peningkatan transaksi 200 persen dibanding pameran tahun lalu. Karena produksi kami sekarang jauh lebih besar dan promo yang dihadirkan juga lebih bervariasi,” tegas Naomi. (car/c22/oki)